SULAWESI BARAT — Drama Korea bergenre komedi romantis selalu punya tempat khusus di hati penonton. Perpaduan antara konflik cinta yang klise namun dikemas segar, plus dialog-dialog lucu, membuat genre ini cocok untuk menemani waktu santai. Kelima judul di bawah ini punya cerita dan karakter yang kuat, bukan sekadar tontonan pengisi waktu luang.
Drama ini mengadaptasi formula klasik enemies-to-lovers dengan hubungan kontrak. Shin Ha-ri menyamar untuk menggantikan sahabatnya di kencan buta dan berniat membuat pria di depannya kabur. Namun, pria tersebut adalah Kang Tae-moo, CEO muda di perusahaannya sendiri.
Salah paham yang kocak dan tempo cerita cepat membuat drama ini mengalir tanpa bosan. Interaksi antar-karakter utama dan pendukungnya juga menjadi nilai tambah yang membuat cerita terasa hidup.
Diadaptasi dari Webtoon populer, drama ini mengikuti Lim Ju-kyung yang tidak percaya diri dengan wajah aslinya. Ia menggunakan keahlian merias wajah untuk memulai hidup baru di sekolah. Rahasianya kemudian diketahui Lee Su-ho, siswa cerdas yang menyimpan luka emosional.
Kisah cinta segitiga dengan Han Seo-jun dan tingkah kocak murid sekolah membuat cerita tidak membosankan. Drama ini juga menyampaikan pesan tentang penerimaan diri di tengah humor segar yang disajikan.
Berlatar di universitas olahraga, drama ini menghadirkan nuansa muda yang nostalgia. Kim Bok-joo adalah atlet angkat besi berhati polos yang sedang menghadapi cinta pertama yang rumit. Jung Joon-hyung, teman masa kecil yang perenang, selalu hadir menggoda sekaligus mendukungnya.
Kekuatan drama ini justru pada hubungan antar-karakter yang jujur dan dekat dengan realita. Tanpa konflik berat yang berlebihan, interaksi mereka terasa menggemaskan dan natural.
Lee Young-joon adalah wakil presiden perusahaan yang sangat narsistik. Hidupnya mendadak kacau ketika Kim Mi-so, sekretaris andalannya selama sembilan tahun, memutuskan mengundurkan diri. Keputusan itu memaksa Young-joon meninjau kembali perasaannya yang selama ini terpendam.
Komedi situasi dibangun dari kepribadian absurd sang tokoh utama. Di balik tawa, drama ini perlahan membuka tabir masa lalu yang mengikat kedua karakter secara emosional.
Shin Woo-yeo adalah gumiho berusia 999 tahun yang ingin menjadi manusia. Rencananya buyar saat Lee Dam, mahasiswi blak-blakan, tak sengaja menelan kelereng gumihonya. Mereka pun terpaksa tinggal seatap demi mencari cara mengeluarkan kelereng itu.
Perbedaan usia antar-abad dan benturan kebiasaan yang konyol menjadi sumber tawa. Kepribadian Lee Dam yang tidak jaim membuat interaksi mereka penuh momen romantis tak terduga.
Kelima drama di atas menawarkan kombinasi humor dan romansa dengan porsi yang pas. Kamu bisa mulai dari judul yang paling sesuai dengan selera, baik yang berlatar kantor maupun dunia kampus.