Pencarian

Angka Stunting Sulawesi Barat Turun ke 27,25 Persen pada 2026, Lima Kabupaten Masuk Prioritas Penanganan

Senin, 07 September 2026 • 18:31:01 WIB
Angka Stunting Sulawesi Barat Turun ke 27,25 Persen pada 2026, Lima Kabupaten Masuk Prioritas Penanganan
Penurunan angka stunting Sulawesi Barat menjadi 27,25 persen pada 2026 terdata dari rekapitulasi e-PPGBM dan BGM.

MAMUJU — Angka stunting di Sulawesi Barat menunjukkan tren perbaikan pada 2026. Data yang direkapitulasi Dinas Kesehatan kabupaten melalui puskesmas mencatat prevalensi turun ke posisi 27,25 persen, dibandingkan hasil survei kesehatan sebelumnya yang berada di angka sekitar 35 persen.

“Alhamdulillah kita berada di posisi 27,25 persen pada tahun 2026,” ujar Nursyamsi Rahim saat diwawancarai tim reporter RRI Mamuju, Senin (7/9/2026).

Penurunan ini menjadi sinyal positif, tetapi Nursyamsi mengingatkan bahwa upaya pencegahan belum bisa dihentikan. Masih ada sejumlah wilayah dengan prevalensi yang membutuhkan intervensi lebih intensif.

Lima Kabupaten Prioritas: Majene Tertinggi, Mamuju Tengah Terendah

Kabupaten Majene mencatat angka stunting tertinggi di Sulawesi Barat, yakni 32,01 persen. Sementara itu, Mamuju Tengah menjadi daerah dengan prevalensi terendah, berada di kisaran 18,84 hingga 26,3 persen.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menegaskan perhatian khusus diberikan kepada lima daerah dengan persoalan stunting yang dinilai masih cukup tinggi.

  • Kabupaten Mamasa
  • Kabupaten Majene
  • Kabupaten Pasangkayu
  • Kabupaten Mamuju
  • Kabupaten Polewali Mandar

“Mamasa dan Majene itu tinggi,” kata Nursyamsi.

Data e-PPGBM dan BGM Jadi Dasar Intervensi

Angka 27,25 persen tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari pengelola di tingkat puskesmas yang dihimpun Dinas Kesehatan kabupaten. Data bersumber dari sistem Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) serta pemantauan Balita Bawah Garis Merah (BGM).

“Kalau kita bandingkan dengan yang sebelumnya pada saat survei kesehatan itu di posisi 35 persen. Sekarang dengan data dari e-PPGBM dan BGM yang berasal dari teman-teman di Dinas Kesehatan Kabupaten itu posisinya 27,25 persen,” jelasnya.

Pemantauan data stunting terus dilakukan secara berkala melalui puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten. Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan wilayah mana saja yang membutuhkan intervensi lebih intensif dalam penanganan stunting.

Penurunan prevalensi menjadi kabar baik, tetapi kesenjangan antar kabupaten masih terlihat jelas. Perbedaan angka antara Majene dan Mamuju Tengah menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih spesifik di tiap daerah, alih-alih kebijakan yang seragam.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks