Vietnam Waspadai Lawan di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026, Le Giang: Kami Tetap Rendah Hati

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 24 September 2026 | 17:48:01 WIB
Penjaga gawang Vietnam, Patrick Le Giang, menegaskan timnya tetap rendah hati menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.

SULAWESI BARAT — Vietnam memasuki FIFA ASEAN Cup 2026 dengan status juara bertahan Piala AFF dua edisi berurutan, tetapi penjaga gawang Patrick Le Giang menegaskan timnya tidak mau terlena. Golden Star Warriors tergabung di Grup B bersama Thailand, Pakistan, dan Filipina, dan akan membuka perjalanan melawan Filipina di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (26/9/2026).

Turnamen yang berlangsung di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 itu menjadi panggung bagi Vietnam untuk mempertahankan dominasinya di sepak bola Asia Tenggara. Dua trofi Piala AFF beruntun sudah dikantongi, dan ambisi untuk menambah koleksi tetap menyala.

Le Giang menyadari bahwa memenangkan turnamen internasional tidak pernah mudah, terlepas dari status juara bertahan yang melekat pada timnya. Kiper yang tampil di Piala AFF 2026 itu menekankan pentingnya sikap rendah hati dan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan skuad asuhan Kim Sang-sik.

Rasa Trofi yang Buat Vietnam Ingin Kembali Menang

Dorongan terbesar Vietnam datang dari pengalaman mengangkat trofi untuk negara. Le Giang mengungkapkan bahwa sensasi itu menciptakan keinginan kuat untuk mengulanginya.

"Begitu Anda merasakan bagaimana rasanya memenangkan trofi untuk negara Anda, tentu saja Anda ingin merasakan kembali perasaan itu," kata Le Giang dikutip dari situs FIFA.

Meski begitu, ia tidak ingin timnya terjebak dalam euforia berlebihan. Menurutnya, setiap lawan di turnamen ini punya kualitas dan wajib dihormati.

"Tetapi kami tahu betapa sulitnya memenangkan turnamen internasional. Kami harus tetap rendah hati, menghormati setiap lawan, dan fokus pada hal-hal yang dapat kami kendalikan," ujar dia menambahkan.

Peta Persaingan Grup B: Thailand Jadi Ujian Terberat

Vietnam berada di Grup B bersama Thailand, Pakistan, dan Filipina. Thailand menjadi lawan yang paling disorot mengingat rivalitas panjang kedua negara di sepak bola Asia Tenggara.

Pakistan dan Filipina bukan tanpa peluang, tetapi secara peringkat dan pengalaman turnamen, keduanya lebih sering dianggap sebagai underdog. Vietnam diprediksi menjadi salah satu tim yang difavoritkan lolos ke babak final.

Format grup mengharuskan Vietnam mengumpulkan poin maksimal sejak laga perdana. Kemenangan atas Filipina akan menjadi modal penting sebelum menghadapi Thailand yang biasanya berlangsung ketat.

Jadwal Pembuka: Vietnam vs Filipina di Si Jalak Harupat

Laga pertama Vietnam di Grup B akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (26/9/2026). Stadion ini menjadi salah satu venue yang disiapkan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Bagi Vietnam, pertandingan melawan Filipina menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan skuad asuhan Kim Sang-sik sebelum menghadapi tekanan lebih besar di laga-laga berikutnya. Le Giang dan rekan-rekan dipastikan tampil dengan target tiga poin.

Vietnam datang sebagai tim yang paling berpengalaman di antara penghuni Grup B. Status juara bertahan Piala AFF dua edisi beruntun membuat mereka menjadi buruan utama untuk dikalahkan lawan-lawan.

Kim Sang-sik dan Misi Menjaga Tradisi Juara

Kim Sang-sik memimpin Vietnam dengan beban ekspektasi tinggi. Pelatih asal Korea Selatan itu diharapkan mampu menjaga tradisi juara yang sudah dibangun timnya di level ASEAN.

Kombinasi antara pengalaman pemain senior seperti Le Giang dan semangat pemain muda menjadi modal Vietnam menghadapi jadwal padat turnamen. Rotasi pemain kemungkinan besar diterapkan Kim Sang-sik sepanjang fase grup.

Vietnam tidak hanya memburu gelar, tetapi juga ingin mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara. FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia menjadi ajang pembuktian apakah dominasi mereka masih berlanjut atau mulai digeser rival-rival di Grup B.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top