MAMUJU — Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Yudhistira Ilham Ihza Fadhillah, membacakan Naskah Ikrar dalam upacara tersebut. Ikrar itu menjadi penegasan komitmen jajaran Rutan Mamuju untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan kebersamaan.
Pembacaan ikrar berlangsung khidmat. Seluruh peserta menyimak dan mengikuti prosesi dari awal hingga akhir.
Peserta upacara tidak hanya diisi petugas rutan. Warga binaan dan peserta magang turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan kebangsaan tersebut.
Keterlibatan mereka dikaitkan dengan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Upacara kebangsaan menjadi bagian dari pembangunan kedisiplinan bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Usai upacara, Sudirman menegaskan nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, status sosial tidak menjadi pembeda dalam merawat persatuan.
"Pancasila adalah fondasi pemersatu kita semua. Semangat kebersamaan dan keadilan harus tetap menyala. Baik petugas, Peserta Magang, maupun Warga Binaan, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk merawat persatuan demi Indonesia yang lebih baik," ungkap Sudirman.
Ia menambahkan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menghayati nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Semangat persatuan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang ada," pungkasnya.
Jajaran Rutan Mamuju berharap semangat Pancasila tidak berhenti pada seremoni. Nilai kebangsaan itu diharapkan tampak dalam sikap dan tindakan nyata saat memberikan pelayanan serta menjalankan tugas pemasyarakatan sehari-hari.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Mamuju menjadi salah satu rangkaian kegiatan kebangsaan yang digelar instansi pemerintah daerah. Kegiatan serupa berlangsung di berbagai kantor pemerintahan dan lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Barat.