MAMUJU — Kepala Rutan Mamuju Sudirman menghadiri penandatanganan Berita Acara Peninjauan Lapangan dalam rangka serah terima Aset Tetap Renovasi (ATR) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan gedung negara pascagempa. Kegiatan berlangsung di Kantor Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Barat, Direktorat Cipta Karya, Rabu (16/9).
Penandatanganan itu menjadi bagian dari proses peninjauan dan serah terima aset hasil renovasi, sebagai tindak lanjut rekonstruksi bangunan gedung negara yang terdampak gempa di wilayah Sulawesi Barat, terutama di Rutan Mamuju.
Siapa Saja yang Hadir dalam Penandatanganan
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPBPK Sulawesi Barat Wahyu Tri Nugroho, Kasubag Umum dan Tata Usaha BPBPK Sulawesi Barat Frederik Simon Pabura, serta perwakilan dari Lapas Perempuan Mamuju. Para pihak melakukan peninjauan sekaligus pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan renovasi.
Pemeriksaan itu merupakan bagian dari proses administrasi dan serah terima aset tetap renovasi sesuai ketentuan yang berlaku.
BPBPK Pastikan Rekonstruksi Sesuai Standar
Kepala BPBPK Sulawesi Barat Wahyu Tri Nugroho menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari tahapan penting dalam proses serah terima Aset Tetap Renovasi.
"Kami memastikan bahwa hasil rekonstruksi bangunan pascagempa dapat diterima dengan baik, memenuhi standar yang ditetapkan, serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas," ungkapnya.
Karutan Mamuju: Sarana Layak Dukung Tugas Pemasyarakatan
Sudirman menyampaikan apresiasi atas terlaksananya proses berita acara serah terima tersebut. Menurutnya, keberadaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
"Kami menyambut baik terlaksananya berita acara proses serah terima Aset Tetap Renovasi ini. Rekonstruksi bangunan pascagempa merupakan bagian penting dalam memastikan tersedianya sarana dan prasarana yang aman, layak, serta dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal," tuturnya.
Komitmen Pengelolaan Aset Negara Pascabencana
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memastikan pengelolaan serta pemanfaatan aset negara berjalan sesuai ketentuan. Proses ini sekaligus mendukung pemulihan sarana dan prasarana pascabencana di Sulawesi Barat.