JAKARTA — Hendra Hidayat, Operator Pelayanan Operasional, dan Sri Bulan Febriyani, Penata Layanan Operasional, mewakili Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat dalam pelatihan yang digelar di area wisata TMII tersebut. Keduanya tercatat sebagai ASN Badan Penghubung yang bertugas di Subbid Promosi, Informasi, dan Investasi.
Pelatihan menyasar pengelola dan pelaku usaha di sektor area pariwisata, termasuk anjungan daerah seluruh provinsi yang berada di kawasan TMII. Tujuannya memperkuat standar pelayanan prima menghadapi wisatawan.
Sejumlah aspek hospitality dibahas dalam sesi tersebut. Mulai dari service excellent atau pelayanan prima, komunikasi efektif, etika pelayanan, penanganan keluhan wisatawan anjungan, hingga pembentukan citra positif Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di area Destiny Wisata TMII.
Peserta tidak hanya menerima teori. Mereka mengikuti praktik langsung melalui simulasi pelayanan, studi kasus penanganan komplain, serta uraian SOP sebagai frontliner, guide, gesture tubuh, dan jenis komunikasi verbal maupun non verbal.
Narasumber dari Manajemen Pengelola TMII, Kanthi, menekankan bahwa hospitality bukan sekadar keramahan. Menurut dia, hospitality adalah sistem pelayanan yang terstandar.
"Setiap titik sentuh wisatawan, mulai dari kedatangan, proses pengisian SKM (Survey Kepuasan Masyarakat), pemandu wisata, kebersihan fasilitas, hingga kepulangan, harus memberikan pengalaman yang berkesan dan menyenangkan," kata Kanthi.
Ia menambahkan, tempat wisata yang unggul tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga menjual pengalaman.
"Wisatawan akan kembali jika mereka merasa dilayani dengan tulus, cepat, dan profesional," ujarnya.
Kasubbid Promosi, Informasi dan Investasi, Nurul Farasmy, berharap pelatihan ini mendorong ASN Badan Penghubung menerapkan standar hospitality di Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap para ASN mampu meningkatkan kualitas pelayanan dengan menerapkan standar hospitality, khususnya di Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, selalu belajar untuk mengerti lebih dalam tentang keberagaman seni dan budaya khususnya diarea display pameran Anjungan Daerah Sulawesi Barat, membuat wisatawan memiliki pengalaman yang menyenangkan dan positif saat berkunjung ke Anjungan Daerah Sulawesi Barat, serta sekaligus mendorong kualitas promosi Seni dan Budaya Sulawesi Barat, karena di tahun 2026, Anjungan Daerah Sulawesi Barat mendapatkan penghargaan sebagai Best Hospitality, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Barat," kata Nurul.
Penghargaan Best Hospitality yang diterima Anjungan Daerah Sulawesi Barat dinilai mencerminkan budaya masyarakat yang menjunjung tinggi keramahan kepada tamu. Keramahan itu disebut sebagai bagian dari jati diri masyarakat Sulawesi Barat.
Nurul menyebut capaian tersebut sejalan dengan Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Khususnya pada upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.
Pelatihan hospitality ditempatkan sebagai langkah strategis mendukung pengembangan Anjungan Daerah seluruh Indonesia sebagai destinasi pariwisata di area TMII yang berkelanjutan dan berdaya saing. Sasaran akhirnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.