MAMUJU — Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode GKSB, Pdt. Mardi Tamandalan, menyebut pertemuan dengan Wapres Gibran menjadi jalan membawa persoalan Kalumpang ke tingkat pemerintah pusat. Kalumpang merupakan wilayah pedalaman di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang berjarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
Dalam pertemuan itu, GKSB menyampaikan kondisi pembangunan di Kalumpang yang dinilai jauh tertinggal dibanding wilayah lain. Aspirasi yang dibawa menyangkut keterbatasan infrastruktur jalan penghubung Kecamatan Kalumpang dengan pusat pemerintahan Kabupaten Mamuju, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Infrastruktur transportasi disebut sebagai faktor penting yang menopang mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, dan kelancaran pelayanan publik. Kondisi jalan yang belum memadai membuat warga Kalumpang kesulitan menjangkau pusat kabupaten.
Keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan turut menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. GKSB berharap persoalan itu tidak berhenti sebagai catatan pertemuan, tetapi ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
"Selain mengundang beliau hadir dalam kegiatan ini, kami juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan kondisi Kalumpang yang sekarang sangat tertinggal dari segi pembangunan infrastruktur serta akses-akses lainnya," ungkap Mardi.
GKSB mengundang Wapres Gibran ke peringatan 100 tahun Injil masuk Tanah Kalumpang yang dijadwalkan berlangsung 27 Oktober hingga 2 November 2026. Mardi menyebut peringatan itu diharapkan menjadi momentum memperkuat toleransi, moderasi beragama, dan kerukunan antarumat beragama.
Gereja mengusulkan agar Wapres menyampaikan pidato soal moderasi beragama sekaligus ikut dalam kegiatan penanaman pohon. Usulan penanaman pohon buah-buahan disebut sejalan dengan program GKSB menjaga lingkungan di tengah kekeringan dan musim kemarau berkepanjangan.
"GKSB mengusulkan agar Wapres dapat menyampaikan pidato mengenai moderasi beragama dan berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan," tutur Mardi.
Mardi menyatakan Wapres Gibran akan mengatur waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Kepastian jadwal itu disampaikan langsung kepada pengurus GKSB dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden.
"Pertemuan kemarin dengan Wapres, beliau mengatakan akan mengatur waktu untuk hadir," jelas Mardi kepada Mekora.id pada (23/10/2026).
Bagi warga Kalumpang, pertemuan tersebut menjadi upaya membawa persoalan daerah ke tingkat pemerintah pusat. Peringatan seabad Injil di Tanah Kalumpang dinilai bukan hanya bernilai historis dan keagamaan, tetapi juga momentum mengangkat persoalan sosial dan budaya masyarakat setempat.