Pencarian

GAC Indonesia Tunda Peluncuran E9 dan Emzoom di GIIAS 2026, Andry Ciu Ungkap Dua Faktor Ekonomi

Jumat, 19 Juni 2026 • 22:51:31 WIB
GAC Indonesia Tunda Peluncuran E9 dan Emzoom di GIIAS 2026, Andry Ciu Ungkap Dua Faktor Ekonomi
GAC Indonesia menunda peluncuran MPV E9 dan SUV Emzoom di GIIAS 2026 karena kondisi ekonomi belum kondusif.

SULAWESI BARAT — GAC Indonesia mengonfirmasi bahwa peluncuran perdana MPV E9 dan SUV Emzoom batal dilakukan pada GIIAS 2026 yang akan berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Padahal, ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia itu biasanya menjadi momentum utama bagi pabrikan untuk memperkenalkan produk terbaru.

Andry Ciu, CEO GAC Indonesia, menyampaikan langsung keputusan ini saat ditemui di Jakarta pada Jumat (19/6/2026). Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini dinilai belum ideal untuk melahirkan kendaraan baru berbahan bakar fosil.

"Untuk acara GIIAS Aion ini, saya menunda peluncuran kendaraan E9 dan Emzoom. Emzoom itu teknologi mesinnya adalah ICE 1500 Turbo. Dengan fenomena yang sekarang lagi marak, setelah harga BBM naik, demonstrasi di mana-mana, saya melihat bahwa ini bukan saat yang tepat," ungkap Andry.

Kurs Rupiah Ikut Tekan Keputusan Penundaan

Selain faktor kenaikan harga bahan bakar, tekanan datang dari sisi nilai tukar mata uang. Andry menjelaskan bahwa kurs dolar AS dan yuan yang terus menguat akan berdampak langsung pada biaya produksi dan harga jual akhir kendaraan.

"Kita bisa melihat kurs exchange rate sekarang naik, dolar naik, yuan naik. Kalau saya luncurkan saat ini, tentunya harganya menjadi tidak terlalu ekonomis. Lebih baik saya menunda sampai situasi stabil kembali," tambahnya.

E9 PHEV Juga Ditunda Meski Lebih Efisien

Tak hanya Emzoom yang bermesin konvensional, GAC E9 yang mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV) juga ikut ditunda. Meskipun lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar, Andry menilai kendaraan PHEV tetap bergantung pada bahan bakar fosil sehingga belum sejalan dengan kondisi pasar saat ini.

"Kenapa E9 juga ditunda? Karena PHEV tetap menggunakan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, GAC menunda peluncuran segala kendaraan yang berbahan bakar fosil sampai situasi kembali normal," jelasnya.

Produk Siap, Tinggal Menunggu Waktu yang Tepat

Andry memastikan bahwa kedua model tersebut sebenarnya sudah dalam kondisi siap produksi dan siap diluncurkan. GAC Aion Indonesia hanya menunggu momentum yang lebih kondusif agar produk bisa diterima pasar dengan harga yang kompetitif.

Ia berharap situasi ekonomi, termasuk harga BBM dan nilai tukar, segera membaik sehingga peluncuran tetap bisa dilakukan dalam tahun ini. "Produk baru memang belum ada, tapi tetap akan ada yang kita umumkan di GIIAS nanti," tutup Andry.

Bagikan
Sumber: kabaroto.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks