Pencarian

TP PKK dan DKPPKB Sulbar Nilai Kader Posyandu Berprestasi 2026 di Pasangkayu, Ini Aspek yang Dinilai

Rabu, 19 Agustus 2026 • 15:00:01 WIB
TP PKK dan DKPPKB Sulbar Nilai Kader Posyandu Berprestasi 2026 di Pasangkayu, Ini Aspek yang Dinilai
Kader Posyandu di Pasangkayu mengikuti penilaian Kader Berprestasi 2026 yang dilakukan Tim Penilai TP PKK dan DKPPKB Sulbar.

PASANGKAYU — Tim penilai dari Provinsi Sulawesi Barat tidak hanya melihat sekadar keaktifan kader dalam menjalankan pelayanan rutin Posyandu. Ada sejumlah aspek yang menjadi sorotan, mulai dari pemahaman peran, keterampilan pelayanan, hingga kemampuan membangun kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa.

Kepala DKPPKB Sulbar, Ny. Hj. dr. Nursyamsi Rahim, yang mewakili Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Barat, hadir langsung dalam proses penilaian tersebut. Ia didampingi Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Sulbar, Putri Anindy, beserta tim teknis.

Kader Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

Nursyamsi menegaskan bahwa kader memiliki posisi strategis sebagai penghubung utama antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, kader tidak hanya dituntut aktif dalam pelayanan, tetapi juga menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan warga.

“Kader adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kader tidak hanya dituntut aktif dalam pelayanan Posyandu, tetapi juga harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan berkolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dedikasi dan Keberlanjutan Jadi Tolok Ukur

Dalam proses penilaian, tim melakukan pendalaman terhadap pelaksanaan tugas kader, termasuk kemampuan mendukung pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup. Aspek kolaborasi dengan sesama kader, tenaga kesehatan, hingga unsur masyarakat lainnya juga menjadi perhatian utama.

Nursyamsi menekankan bahwa predikat kader berprestasi tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Yang lebih penting adalah kemampuan menghadirkan manfaat nyata dan memastikan keberlanjutan pelayanan Posyandu di tengah masyarakat.

“Yang kita apresiasi adalah dedikasi, inovasi dan keberlanjutan. Kader yang baik adalah kader yang mampu menggerakkan masyarakat dan bekerja bersama tim untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas,” lanjutnya.

Momentum Perkuat Posyandu sebagai Pusat Pemberdayaan

Penilaian Kader Berprestasi Tahun 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Posyandu sebagai pilar pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. DKPPKB Sulbar terus mendorong peningkatan kapasitas kader agar Posyandu tidak sekadar tempat pelayanan, tetapi berkembang menjadi pusat pemberdayaan dan edukasi kesehatan di tingkat desa.

Upaya ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkarakter.

Nursyamsi menambahkan, kader terbaik yang lahir dari proses penilaian ini diharapkan menjadi contoh dan penggerak bagi kader lainnya. “Kader hebat, Posyandu kuat. Posyandu kuat, masyarakat sehat. Dari desa kita membangun Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tutupnya.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sorotanpena.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks