SULAWESI BARAT — Land Rover merayakan ulang tahun ke-20 Range Rover Sport pada 2027 dengan menghadirkan edisi spesial "Twenty Edition" di samping varian hybrid P460e dan P550e. Kami menguji kedua varian plug-in hybrid ini selama sepekan di berbagai kondisi jalan—mulai dari kemacetan kota, tol luar kota, hingga jalur tanah—untuk melihat apakah klaim efisiensi dan kemampuan off-road-nya sesuai kenyataan.
Dua Varian Hybrid: P460e vs P550e—Pilih Mana?
Kedua varian menggunakan basis yang sama: mesin 3.0-liter enam silinder turbocharged yang dipadukan dengan satu motor listrik. Perbedaannya terletak pada output tenaga. P460e menghasilkan 454 hp, sementara P550e meningkat menjadi 543 hp. Keduanya disalurkan ke empat roda melalui transmisi otomatis 8-percepatan.
- P460e: 454 hp, akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,8 detik
- P550e: 543 hp, akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,4 detik
Varian P550e sudah dilengkapi suspensi udara adaptif dan limited-slip differential berbasis rem sebagai standar, sementara keduanya menjadi opsi pada P460e melalui paket Stormer Handling. Untuk penggunaan harian di perkotaan, P460e sudah terasa sangat responsif. Namun P550e memberikan cadangan tenaga yang membuat overtaking di jalan tol terasa instan dan aman.
Jarak Tempuh Listrik: Lebih Baik dari Klaim Pabrikan
Baterai 31,8 kWh yang ditanam di bawah lantai kabin memberikan jarak tempuh listrik resmi EPA sebesar 53 mil. Dalam pengujian kami di jalan tol dengan kecepatan konstan, varian P550e justru mencatatkan hasil lebih baik: 54 mil sebelum mesin bensin mulai bekerja. Angka ini jauh di atas rata-rata SUV plug-in hybrid sekelasnya yang biasanya hanya mampu 30-40 mil per pengisian penuh.
Untuk pengguna di Indonesia, jarak tempuh ini cukup untuk pulang-pergi Jakarta–BSD atau keliling dalam kota tanpa menyentuh bensin sama sekali. Pengisian penuh dari kosong membutuhkan waktu sekitar 5 jam dengan charger AC 7 kW—cocok untuk diisi semalaman di rumah.
Konsumsi Bahan Bakar Real-World: Efisien Hanya Jika Rutin Mengisi Daya
Tanpa pengisian daya rutin, konsumsi bahan bakarnya justru mengecewakan untuk ukuran hybrid. EPA mencatat angka 21 mpg (sekitar 8,9 km/liter) di kota dan 22 mpg (9,3 km/liter) di jalan tol. Dalam pengujian tol 75 mph kami, P460e mencatat 25 mpg (10,6 km/liter) dalam mode hybrid—lebih baik dari estimasi EPA, tapi masih di bawah efisiensi mesin diesel sekelasnya.
Jika baterai terisi penuh, efisiensinya melonjak drastis. Dalam mode EV, P460e mencatat 55 MPGe, dan P550e mampu mencapai 26 mpg dalam mode hybrid di pengujian kami. Kesimpulannya: SUV ini sangat efisien jika Anda rajin mengisi daya di rumah atau kantor, tetapi boros jika hanya mengandalkan mesin bensin.
Kemampuan Off-Road: Tetap Range Rover Sejati
Meski berstatus hybrid, kemampuan menjelajah medan berat tidak dikorbankan. Sistem off-road cruise control adaptif dan mode berkendara off-road menjadi standar di semua varian. Kami menguji P550e di jalur berlumpur dan tanjakan berbatu—sistem distribusi torsi bekerja mulus, dan suspensi udara memberikan ground clearance yang cukup untuk melewati rintangan besar.
Daya tarik maksimumnya mencapai 6.614 pon (sekitar 3 ton), cukup untuk menarik trailer kemping atau boat sedang. Ini salah satu angka terbaik di kelasnya—Porsche Cayenne E-Hybrid hanya mampu menarik sekitar 3,5 ton di konfigurasi tertentu, tapi dengan harga lebih tinggi.
Interior Mewah Minimalis: Nyaman untuk 5 Penumpang
Kabin Range Rover Sport Hybrid mengambil pendekatan minimalis dalam kemewahan. Materialnya premium, dengan jok semi-aniline leather sebagai standar. Tersedia opsi jok berbahan kain bagi yang ingin menghindari kulit hewan. Kursi depan dilengkapi pemanas, ventilasi, dan fungsi pijat—standar di semua varian.
Ruang baris kedua lega untuk dua orang dewasa bertubuh tinggi, meski penumpang ketiga di tengah akan sedikit berdesakan karena tunnel transmisi yang besar. Kapasitas bagasi cukup untuk empat koper besar, dan ruang penyimpanan kecil di kabin terasa cerdas dan fungsional.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
- Antarmuka infotainment butuh adaptasi: Sistem layar sentuhnya responsif, tetapi menu yang bertingkat membuat operasi sederhana seperti mengganti stasiun radio membutuhkan beberapa langkah. Butuh beberapa hari untuk terbiasa.
- Perpindahan EV ke mesin bensin kurang halus: Saat baterai habis dan mesin enam silinder mulai bekerja, terasa getaran dan suara yang cukup jelas masuk ke kabin. Ini mengecewakan untuk standar kemewahan Range Rover.
- Harga premium: Dengan banderol mulai Rp 3,9 miliar (estimasi konversi dari harga global), kompetitor langsungnya adalah Porsche Cayenne E-Hybrid dan BMW X5 xDrive50e yang menawarkan performa serupa dengan harga sedikit lebih rendah.
- Edisi Twenty Anniversary: Untuk merayakan 20 tahun Range Rover Sport, Land Rover menambahkan varian Twenty Edition dengan jok sport, door sill beraksen khusus, dan pilihan warna Sanguinello Orange, Santorini Black, atau Ostuni White—menjadi pilihan menarik bagi kolektor.
Verdict: Siapa yang Cocok Membeli?
Range Rover Sport Hybrid 2027 adalah pilihan tepat bagi eksekutif yang menginginkan SUV mewah dengan kemampuan off-road sesungguhnya dan efisiensi bahan bakar harian yang baik—asalkan rutin mengisi daya. Jarak tempuh listriknya yang nyaris 87 km membuat sebagian besar perjalanan harian di Jakarta dan sekitarnya bisa dilakukan tanpa bensin sama sekali.
Namun, jika Anda tidak memiliki fasilitas charging di rumah atau kantor, SUV ini kehilangan alasan utamanya untuk dipilih. Konsumsi bensinnya hanya sedikit lebih baik dari Range Rover Sport bermesin konvensional, sementara harganya jauh lebih tinggi. Untuk kebutuhan tersebut, varian diesel atau mild-hybrid biasa mungkin lebih masuk akal secara finansial.