Pencarian

Komponen F-35 Dialihkan ke Hong Kong, Diduga Dikuasai Otoritas China

Kamis, 24 September 2026 • 10:21:02 WIB
Komponen F-35 Dialihkan ke Hong Kong, Diduga Dikuasai Otoritas China
Komponen kanopi kokpit dan pintu ruang senjata F-35 dilaporkan dialihkan ke Hong Kong dari Australia.

SULAWESI BARAT — Pengiriman komponen kanopi kokpit dan pintu ruang senjata jet tempur siluman F-35 milik Lockheed Martin dilaporkan dialihkan ke Hong Kong dari Australia, bukan ke Amerika Serikat seperti tujuan semestinya. Insiden ini memicu kekhawatiran bahwa sejumlah suku cadang berlapis material penyerap radar itu kini berada dalam kendali otoritas China. Pemerintah Australia menyatakan tengah berkoordinasi dengan AS dan Lockheed Martin untuk menyelidiki penyebab pengalihan tersebut.

Raksasa ekspedisi UPS mengirimkan komponen tersebut dari Australia menuju Amerika Serikat pada akhir Mei lalu. Namun di tengah perjalanan, pengiriman itu dialihkan ke Hong Kong tanpa alasan yang jelas. Bloomberg melaporkan hal ini dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui jalur logistik tersebut.

Dua komponen yang dikirim adalah kanopi kokpit dan pintu ruang senjata. Keduanya dilapisi material penyerap radar yang berfungsi menekan pantulan gelombang radar musuh, sehingga memperkuat kemampuan siluman pesawat. Sampai sekarang belum ada penjelasan resmi mengapa pengiriman itu berbelok ke Hong Kong.

Respons Pemerintah Australia

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan pihaknya sudah mengetahui insiden pengiriman tersebut. Australia, kata dia, tengah berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Lockheed Martin untuk melihat bagaimana Canberra dapat membantu penyelidikan.

Marles juga menyatakan bahwa berdasarkan pemahamannya, tidak ada komponen sensitif di dalam pengiriman yang hilang itu. Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan dan dikutip CNN.

Mengapa F-35 Begitu Dijaga Ketat

F-35 merupakan jet tempur siluman generasi kelima buatan Lockheed Martin. Washington membatasi penjualannya hanya kepada mitra dan sekutu terdekat. Alasannya, pesawat ini dipandang sebagai jet tempur tercanggih di dunia dengan teknologi yang sangat sensitif.

Pembatasan itu bukan tanpa preseden. Turki dikeluarkan dari program F-35 pada 2019 setelah membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Pembelian tersebut memicu kekhawatiran bahwa sistem Rusia dapat dipakai sebagai platform pengumpulan intelijen untuk mempelajari kemampuan F-35.

China juga pernah menargetkan data militer AS terkait F-35 dalam sejumlah kasus spionase. Jaksa penuntut AS mengungkap hal ini pada 2024.

Kekhawatiran Baru di Kongres AS

Penjualan armada F-35 senilai USD 4 miliar ke Arab Saudi telah disetujui pekan lalu. Beberapa anggota Kongres AS menyuarakan kekhawatiran bahwa teknologinya bisa jatuh ke tangan China, mengingat Arab Saudi menjalin kemitraan militer dengan Beijing.

Anggota Kongres Raja Krishnamoorthi menuturkan bahwa komunitas intelijen AS telah memberi peringatan. Menurutnya, penjualan tersebut dapat menempatkan aset paling berharga dari teknologi militer Amerika dalam jangkauan Partai Komunis China.

Pengguna jet tempur ini mencakup Australia, Belgia, dan Amerika Serikat sendiri. Jepang, Kanada, serta Singapura juga telah memesan pesawat tersebut.

Dikutip detikINET dari CNBC, F-35 sempat digunakan AS selama konflik Iran. Dalam operasi itu, satu pesawat dilaporkan mengalami kerusakan akibat tembakan musuh.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks