Pencarian

Menpar Dorong Kuliner Jadi Alasan Utama Wisatawan Bepergian

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 17:49:32 WIB
Menpar Dorong Kuliner Jadi Alasan Utama Wisatawan Bepergian
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka WIG Talks 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta.

SULAWESI BARAT — Kementerian Pariwisata mengembangkan program Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 untuk menjadikan kuliner sebagai alasan utama wisatawan memilih destinasi, bukan sekadar aktivitas sampingan saat tiba di lokasi. Program ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, chef, akademisi, dan komunitas dalam WIG Talks 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan gastronomi menyimpan peluang ekonomi sekaligus memperkuat identitas Indonesia di pasar global.

Selama ini makanan sering ditempatkan sebagai pelengkap perjalanan—sesuatu yang dinikmati setelah wisatawan tiba di destinasi. Kementerian Pariwisata ingin membalik logika tersebut. Cita rasa, bahan pangan lokal, dan cerita di balik hidangan daerah didorong menjadi pemicu utama seseorang memutuskan berangkat ke suatu tempat.

Pendekatan itu dikemas dalam Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026, sebuah program yang menyatukan pemerintah, pelaku industri, chef, praktisi, akademisi, komunitas, dan pasar. Tujuannya bukan sekadar promosi kuliner, melainkan membangun ekosistem gastronomi yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah.

Gastronomi sebagai Identitas dan Penggerak Ekonomi

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan hal tersebut saat membuka WIG Talks 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, warisan kuliner daerah punya ruang jauh lebih luas daripada sekadar aktivitas makan.

"Dengan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, chef, praktisi, akademisi, dan komunitas, kita membicarakan gastronomi dari berbagai sisi, sebagai identitas dan penggerak sosial-ekonomi," kata Widiyanti, dikutip dari Antara.

Pembahasan dalam forum tersebut mencakup bagaimana warisan kuliner berkembang menjadi bisnis berkelanjutan. Juga soal potensi wisata gastronomi dan cara membangun narasi rasa Indonesia agar dikenal di pasar global.

Mengubah Posisi Kuliner dalam Rencana Perjalanan

Selama ini wisatawan memilih destinasi karena pantai, gunung, atau situs budaya. Kuliner datang belakangan sebagai pelengkap. Kementerian Pariwisata ingin kuliner naik ke posisi terdepan dalam pengambilan keputusan berwisata.

Artinya, wisatawan tidak hanya datang untuk mencicipi makanan. Mereka datang karena ingin menyelami proses pembuatan, mengenal bahan lokal, mendengar cerita di balik resep turun-temurun, dan berinteraksi dengan komunitas penghasilnya.

Peluang bagi Pelaku Usaha Kuliner Daerah

Program WIG 2026 membuka ruang bagi warung, restoran, dan produsen pangan lokal untuk masuk ke rantai nilai pariwisata. Pelaku usaha di daerah bisa menawarkan pengalaman memasak, tur pasar tradisional, atau paket wisata kuliner yang terintegrasi dengan destinasi sekitar.

Kementerian Pariwisata menempatkan gastronomi sebagai bagian dari pengalaman wisata yang utuh. Bukan sekadar daftar rekomendasi tempat makan, melainkan perjalanan yang membangun koneksi antara wisatawan, budaya lokal, dan ekonomi masyarakat.

Bagi traveler yang merencanakan liburan, tren ini membuka opsi baru: menjadikan kuliner sebagai titik awal menyusun itinerary. Alih-alih bertanya "mau ke mana", pertanyaan bisa dimulai dari "mau makan apa dan di mana". Informasi terkini soal program WIG 2026 dan agenda gastronomi daerah dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata atau dinas pariwisata setempat.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: belitongekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks