Pencarian

Cesen hingga Pevita Pearce Malu Kabut Asap RI Cemari Malaysia

Senin, 19 Oktober 2026 • 17:48:01 WIB
Cesen hingga Pevita Pearce Malu Kabut Asap RI Cemari Malaysia
Artis Cesen mengaku canggung saat berlibur ke Genting Highlands, Malaysia, karena kabut asap karhutla dari Indonesia.

SULAWESI BARAT — Sejumlah artis Indonesia mengaku malu saat berada di Malaysia karena kabut asap karhutla dari Indonesia ikut mencemari negara tetangga. Cesen, Acha Sinaga, dan Pevita Pearce menyoroti kondisi itu lewat media sosial, mulai dari rasa canggung hingga permintaan maaf ke warga lokal. BNPB mencatat 5.499 titik panas dan 247 titik api di enam provinsi prioritas per Minggu (18/10).

Eks anggota JKT 48 Cesen merasakan langsung dampak kabut asap saat berlibur ke Genting Highlands bersama keluarganya. Ia mengaku canggung karena asap kiriman dari Indonesia membuat suasana liburan jadi tidak nyaman.

"Malu dikit. Baru kali ini jalan-jalan rasa canggungnya ada banget," cerita Cesen di akun Instagram Story pribadinya, seperti diberitakan detikHot pada Minggu (18/10).

Permintaan Maaf Acha Sinaga ke Sopir Taksi Online

Acha Sinaga mengambil langkah berbeda saat berada di Kuala Lumpur. Ia memilih meminta maaf langsung kepada warga Malaysia yang terdampak, termasuk sopir taksi online yang ia tumpangi.

"Jujur selama di Kuala Lumpur aku ngerasa malu sebagai warga negara Indonesia. Kirim asap ke negara mereka, ibaratnya kita bertetangga terus buang sampah ke rumah sebelah," ungkap Acha Sinaga.

Ia mengaku selalu menyampaikan permintaan maaf setiap kali naik Grab. Keponakannya bahkan sampai diliburkan dari sekolah karena asap makin parah.

"Setiap naik Grab pasti aku bilang I'm sorry, our country sent you haze like this. Kemarin keponakanku sekolahnya sampe diliburin loh karena asapnya semakin parah," ungkapnya.

Pevita Pearce Soroti Kondisi Kuala Lumpur

Berbeda dari dua rekannya, Pevita Pearce kini menetap di Malaysia bersama suaminya. Pada 21 September 2026, aktris film The Raid itu membagikan kondisi ibu kota Malaysia yang kian tertutup asap melalui media sosial.

"Get well soon, Indonesia...," tulis Pevita Pearce. "Malu," lanjutnya dalam unggahan lainnya.

Pevita menyebut Kuala Lumpur makin terpuruk setiap hari. "Kuala Lumpur masih tenggelam di dalam asap karhutla dan semakin parah setiap harinya," tulisnya.

Sebaran Asap Lintas Batas Masih Terdeteksi

Pantauan BMKG melalui citra satelit Himawari pukul 08.00 WIB pada Senin (19/10) menunjukkan sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Transboundary haze dari Sumatera terdeteksi di Semenanjung Malaysia dan Singapura, sementara asap dari Kalimantan memengaruhi Sarawak.

BMKG juga melaporkan adanya transboundary haze dari Papua Nugini ke Papua Selatan. Di dalam negeri, kabut asap masih menyelimuti Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Asap serupa terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Wilayah Maluku, Maluku Utara, serta sejumlah provinsi di Papua juga terdampak.

Empat Daerah Berstatus Udara Berbahaya

BNPB mencatat 5.499 titik panas dan 247 titik api pada enam provinsi prioritas karhutla, berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla per Minggu (18/10). Kualitas udara di empat daerah masuk kategori berbahaya atau hitam: Pangkalan Bun dan Palangkaraya di Kalimantan Tengah, serta Muaro Jambi dan Kota Jambi di Jambi.

Data kualitas udara itu diperoleh dari pantauan BMKG per Senin (19/10) pukul 08.00 WIB. Bagi publik figur yang aktif di media sosial, kondisi ini jadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya persoalan domestik, melainkan sudah mencoreng citra Indonesia di mata negara tetangga.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks