MAMUJU — Ratusan tenaga perpustakaan dan pegiat literasi dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Aula Perpusip Sulbar. Agenda yang digelar Kamis (21/5) itu menghadirkan tiga narasumber: Pandu Literasi Digital Kemenkomdigi RI Shalahuddin, Dosen Fisip Hukum Unsulbar Farhanuddin, serta Penulis dan Duta Baca Sulbar Muhammad Ridwan Alimuddin.
Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana membuka acara mewakili Gubernur Suhardi Duka. Ia mengingatkan bahwa kemampuan mengelola informasi kini menjadi kebutuhan krusial bagi warga Sulbar.
“Ketika berita yang diterima itu baik dan kita informasikan kembali secara benar, maka itu akan berdampak baik. Tapi kalau buruk dan disebarkan tanpa dianalisis, maka dampaknya juga buruk,” kata Junda dalam sambutannya.
Junda menganalogikan literasi informasi sebagai alat navigasi. Menurutnya, tanpa kemampuan ini masyarakat akan mudah tersesat oleh kabar bohong yang beredar di media sosial.
“Tanpa informasi yang baik dan kemampuan mengelolanya, ibarat mengarungi samudera tanpa kompas. Kita bisa tersesat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulbar Mustari Mula menjelaskan, bimtek ini menyasar 150 peserta yang terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, dan pegiat literasi. Targetnya, mereka mampu mengakses, mengevaluasi, hingga memanfaatkan informasi secara efektif.
“Selain itu, kegiatan ini juga mendukung peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembelajaran, serta mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi antar pegiat literasi,” kata Mustari.
Mustari berharap perpustakaan daerah tak lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran aktif yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Junda menekankan bahwa arus informasi yang deras di era digital ibarat pisau bermata dua bagi pembangunan daerah Sulbar. Informasi yang benar dan dikelola dengan baik akan mempercepat kemajuan, sementara hoaks yang menyebar justru bisa menghambat program pemerintah.
“Kadang tanpa literasi informasi, kita mudah sekali terpengaruh dengan informasi yang diterima. Apalagi di media sosial, banyak orang menerima informasi tanpa mencerna dan menganalisis, lalu langsung membagikannya kembali,” ujar Junda.
Bimtek ini menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Sulbar untuk membangun ketahanan informasi masyarakat, sejalan dengan visi Sulbar Mandarras yang inklusif dan berbasis pengetahuan.