POLEWALI MANDAR — Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, secara resmi membuka festival yang diinisiasi oleh Komunitas Sahabat Penyu Mampie itu. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata RI melalui Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Bau Akram menekankan bahwa pariwisata dan pelestarian lingkungan kini tidak bisa dipisahkan. "Pariwisata dan pelestarian lingkungan kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi dua kutub yang saling menguatkan dalam paradigma sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan demi menjaga keseimbangan ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," ujarnya.
Bukan Sekadar Seremonial Tahunan
Bau Akram berharap Festival Penyu Mampie tidak berhenti pada agenda seremonial. Ia mendorong agar kegiatan ini bertransformasi menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
"Festival Penyu Mampie tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus ditransformasikan menjadi sebuah gerakan kolektif yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran ekologis masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya konservasi yang memberikan manfaat jangka panjang," kata Bau Akram.
Aksi Nyata: Lepas Tukik dan Tanam Mangrove
Seusai acara pembukaan, Bau Akram bersama pengunjung melakukan pelepasan tukik (anak penyu) dan penanaman pohon mangrove di pantai Mampie. Aksi ini menjadi simbol komitmen nyata terhadap konservasi ekosistem pesisir.
Selain dua kegiatan utama itu, Festival Penyu Mampie juga menghadirkan beragam agenda edukasi dan hiburan. Mulai dari aksi bersih pantai, penanaman pohon, susur Sungai Teluk Mampie, hingga pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Mengapa Festival Ini Penting bagi Warga?
Kawasan Konservasi Penyu Mampie merupakan salah satu habitat penyu di Sulawesi Barat. Festival ini diharapkan mampu mendongkrak kesadaran warga dan wisatawan untuk menjaga kelestarian penyu yang terancam punah. Di sisi lain, rangkaian acara seperti pameran UMKM dan aksi lingkungan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Desa Galeso dan sekitarnya.
Apa Saja yang Bisa Dinikmati Pengunjung?
Pengunjung yang datang hingga 28 Juni 2026 bisa mengikuti susur sungai menyusuri ekosistem Teluk Mampie, belajar tentang konservasi penyu dari Komunitas Sahabat Penyu Mampie, dan berbelanja produk lokal di stan UMKM. Kegiatan bersih pantai juga terbuka untuk umum sebagai bentuk partisipasi langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan.