SULAWESI BARAT — Penolakan itu disampaikan Charles dalam rapat dengar pendapat dengan pemerintah pekan lalu. Ia menilai prioritas program MBG saat ini harus diarahkan pada kelompok yang memang membutuhkan intervensi gizi secara langsung, seperti ibu hamil, balita, dan anak sekolah dari keluarga kurang mampu.
Alasan Penolakan: Risiko Penularan dan Prioritas Sasaran
Charles menyebut penderita TBC membutuhkan penanganan medis khusus, bukan sekadar bantuan pangan. "Usul penderita TBC dapat MBG tidak masuk akal. Mereka butuh obat, bukan sekadar makan gratis. Kalau dikumpulkan dalam satu tempat distribusi, risikonya malah menularkan ke orang lain," ujarnya dalam keterangan pers, Senin (15/4).
Menurutnya, mencampurkan penderita TBC dengan penerima manfaat lain di titik distribusi MBG justru kontraproduktif. Ia menekankan bahwa intervensi gizi untuk penderita TBC harus dilakukan secara terpisah dan terintegrasi dengan pengobatan medis di fasilitas kesehatan.
Polemik di Balik Usulan Perluasan Penerima MBG
Usulan tersebut sebelumnya mencuat dalam diskusi terbatas di lingkungan DPR. Beberapa pihak menilai program MBG bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita TBC yang rentan mengalami kekurangan gizi. Namun, Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan menolak argumen itu.
"Program MBG bukan alat terapi. Ini program jaring pengaman sosial untuk mencegah stunting dan malnutrisi pada kelompok rentan. Kalau sasarannya diperluas tanpa kajian epidemiologi, justru mengaburkan tujuan awal," kata Charles.
Dampak dan Tindak Lanjut: Pemerintah Diminta Fokus pada Target Awal
Komisi IX DPR meminta pemerintah, dalam hal ini Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan, tetap konsisten pada sasaran awal program MBG. Mereka juga mendorong agar pemerintah memperkuat program pengobatan dan pendampingan gizi bagi penderita TBC melalui jalur puskesmas dan rumah sakit, bukan melalui program MBG.
Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan respons resmi terhadap usulan tersebut. Namun, sumber di Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penanganan gizi penderita TBC sudah diatur dalam pedoman pengobatan standar yang melibatkan pemberian makanan tambahan di fasilitas kesehatan.