BPBD Sulbar Bekali Pelajar MTs di Mamuju Simulasi Evakuasi Bencana, Ini yang Diajarkan ke Siswa

Penulis: Puguh Triyono  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:16:32 WIB
Puluhan pelajar MTs Ainun Sahab Landi di Mamuju mengikuti simulasi evakuasi bencana yang digelar BPBD Provinsi Sulawesi Barat.

MAMUJUPuluhan pelajar MTs Ainun Sahab Landi di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, mendapat pelatihan langsung menghadapi situasi darurat bencana. Simulasi yang digelar BPBD Provinsi Sulawesi Barat pada Senin (24/8/2026) ini berfokus pada pengenalan jalur evakuasi dan titik berkumpul yang aman di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan budaya kesiapsiagaan yang diinstruksikan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Arahan tersebut menekankan agar mitigasi bencana tidak hanya berhenti di tataran dokumen, tetapi benar-benar dipraktikkan hingga ke satuan pendidikan dan masyarakat akar rumput.

Mengapa Sekolah Menjadi Prioritas Edukasi Kebencanaan?

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah menyebut sekolah sebagai lingkungan strategis untuk membangun masyarakat tangguh bencana sejak dini. Menurutnya, peserta didik memiliki peran ganda dalam rantai keselamatan.

“Anak-anak adalah bagian penting dari upaya membangun ketangguhan masyarakat. Ketika mereka memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, mereka dapat membantu dirinya sendiri dan mengingatkan keluarga maupun orang di sekitarnya,” ujar Yasir Fattah di tempat terpisah.

Materi yang Dipraktikkan: Dari Jalur Evakuasi hingga Langkah Penyelamatan

Dalam simulasi tersebut, para siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan materi. Mereka diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Beberapa aspek yang ditekankan dalam pelatihan ini meliputi:

  • Pengenalan jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul aman di area sekolah.
  • Praktik menyelamatkan diri dengan posisi tubuh yang benar saat gempa.
  • Simulasi proses evakuasi tertib dari dalam kelas menuju lapangan terbuka.

Yasir menambahkan, edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan dapat menjadikan pelajar sebagai agen perubahan. Pengetahuan yang mereka serap di sekolah diharapkan ikut tersebar ke keluarga dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Membangun Kesiapsiagaan Sejak Dini

“Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Melalui simulasi seperti ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar bagaimana menyelamatkan diri, mengenali jalur evakuasi, serta memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” tegas Yasir Fattah.

BPBD Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen melanjutkan program serupa ke sekolah-sekolah lain di wilayah Sulbar. Langkah ini dinilai krusial mengingat posisi geografis provinsi yang berada di kawasan rawan gempa dan bencana hidrometeorologi.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: poinsembilan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top