Pencarian

Investor Institusi Mulai Kuasai Kripto, CEO FLOQ: Retail Tetap Jadi Motor Utama Pasar Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2026 • 09:46:02 WIB
Investor Institusi Mulai Kuasai Kripto, CEO FLOQ: Retail Tetap Jadi Motor Utama Pasar Indonesia
CEO FLOQ menilai investor retail tetap menjadi motor utama pasar kripto Indonesia meski arus modal institusi global mulai meningkat.

BALI — Gelombang masuknya modal institusi ke pasar aset kripto global diprediksi akan mengubah struktur industri pada siklus berikutnya. Namun, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menegaskan bahwa investor retail tetap menjadi penggerak utama, terutama di pasar yang relatif muda seperti Indonesia.

“Institusi akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam siklus berikutnya. Mereka akan membantu membentuk price floor dan memberikan kedalaman pada pasar. Namun, jika kita ingin membawa kripto menjadi kelas aset yang jauh lebih besar, partisipasi retail tetap dibutuhkan,” ujar Yudho dalam panel bertajuk “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada CoinFest Asia 2026 di Bali, 21 Agustus 2026.

22,69 Juta Akun di Indonesia jadi Bukti Basis Retail Masih Kokoh

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan basis investor ritel di Indonesia masih sangat besar. Hingga Juni 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 22,69 juta, naik 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Di pasar yang relatif muda seperti Indonesia, masuknya investor retail dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan berikutnya,” kata Yudho.

Aktivitas transaksi juga menguat signifikan. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp28,58 triliun sepanjang Juni 2026, meningkat 24,20 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar Rp23,01 triliun.

Arus Modal Institusi Global Mulai Mengalir Kembali

Di tingkat global, sinyal kembalinya investor institusi mulai terlihat jelas. Survei CoinShares terhadap pengelola dana dengan aset sekitar US$1,16 triliun menunjukkan alokasi aset digital dalam portofolio meningkat menjadi 1,2 persen pada Juli 2026. Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak aksi jual besar-besaran pada Oktober 2025.

Arus modal produk investasi aset digital juga mencatat rekor. CoinShares mencatat produk investasi aset digital memperoleh sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan hingga 20 Agustus 2026, menjadi arus masuk mingguan terbesar sepanjang tahun berjalan. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,6 miliar mengalir ke produk berbasis Bitcoin.

Struktur Pasar Berubah, Siklus Berikutnya Tak Lagi Sama

Yudho menilai perdebatan mengenai status bull market atau bear market bukan lagi satu-satunya pertanyaan relevan. Struktur pasar aset digital kini semakin kompleks dengan hadirnya ETF, derivatif, stablecoin, hingga aktivitas onchain yang mempengaruhi pembentukan harga.

“Saya melihat institusi akan semakin kuat dalam menentukan fondasi pasar, tetapi gelombang berikutnya tetap membutuhkan kelompok investor kelas menengah atas dan investor retail. Mereka yang nantinya memperluas partisipasi dan membawa pasar ke skala berikutnya,” jelasnya.

Meski modal institusional berpotensi memperkuat kedalaman pasar, kecepatan transaksi dan perluasan adopsi tetap bergantung pada partisipasi publik. Kombinasi keduanya dinilai akan menjadi kunci pertumbuhan pasar kripto di Indonesia pada siklus mendatang.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mandarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks