SULAWESI BARAT — Pernyataan itu disampaikan Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur BI di hadapan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (26/2/2026). Menurutnya, sinergi yang kuat justru membuat kebijakan moneter dan fiskal berjalan seirama tanpa menghilangkan fungsi masing-masing lembaga.
"Kami saling melengkapi. Jadi artinya masing-masing itu punya senjatanya masing-masing, tapi kita saling melengkapi dan kita melangkahnya seirama," ujar Destry di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Destry menekankan bahwa koordinasi erat dengan pemerintah bukan berarti BI tunduk pada kepentingan politik jangka pendek. Independensi bank sentral, kata dia, tetap menjadi pondasi utama sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
"Saya ingin tekankan di sini, bahwa kata-kata sinergi ini tidak berarti juga mengurangi kredibilitas dan juga independensi dari Bank Indonesia dalam menjalankan tugas-tugasnya," tegasnya.
Ia menambahkan, mandat BI tidak hanya terbatas pada stabilitas nilai rupiah, tetapi juga mencakup upaya menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Hal ini yang kemudian menuntut bank sentral untuk berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, bukan hanya pemerintah pusat tetapi juga otoritas lain.
Destry memperkenalkan pendekatan yang ia sebut sebagai Sinergi Merah Putih. Konsep ini menekankan pentingnya kerja bersama antarotoritas untuk mendorong pertumbuhan sektor produktif dan perluasan lapangan kerja.
"Di sini tugas Bank Indonesia, adalah harus bisa menciptakan iklim ekonomi yang kondusif dan bersama-sama tentunya dengan semua pihak stakeholder kita berusaha untuk mendorong sektoral dan menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Menurut Destry, kolaborasi yang solid antara BI dan pemerintah akan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan jika masing-masing lembaga bekerja sendiri. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa seluruh langkah koordinasi tersebut harus tetap berpijak pada koridor hukum dan profesionalisme.
"Nah inilah yang saya sampaikan tadi, sinergi Merah Putih kenapa? Karena sinergi ini yang memang harus kita lakukan secara bersama-sama," tutupnya.