BMKG: El Nino Sangat Kuat Masih Berlangsung hingga Awal 2027, Waspada Karhutla dan Gagal Panen

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 08 September 2026 | 07:50:31 WIB
Fachri Radjab menyampaikan peringatan El Nino sangat kuat yang berlangsung hingga awal 2027 dalam siaran resmi BMKG, Selasa (8/9/2026).

SULAWESI BARAT — Fenomena iklim El Nino dengan intensitas sangat kuat diprediksi masih akan menyelimuti Indonesia hingga awal 2027. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, sehingga memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menyampaikan peringatan tersebut melalui siaran resmi, Selasa (8/9/2026). Dia menegaskan situasi ini tidak hanya memperparah kekeringan, tetapi juga menaikkan risiko gangguan pasokan air bersih, gagal panen di sektor pertanian, serta kebakaran hutan dan lahan.

Puncak Kemarau dan Dampak Berganda bagi Ketahanan Pangan

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia saat ini tengah berada di periode puncak musim kemarau. "Kami perkirakan puncak musim kemarau terjadi pada periode Agustus hingga September 2026 ini," ujar Fachri.

Yang menjadi kekhawatiran utama adalah efek kombinasinya. "Musim kemarau kita tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino kita perkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027," katanya dalam keterangan yang sama.

Gabungan dua fenomena tersebut memicu berkurangnya curah hujan secara signifikan. Dampak langsungnya dirasakan pada penurunan debit air untuk irigasi, yang berujung pada ancaman gagal panen dan menurunnya produksi pangan nasional.

Jadwal Pergeseran ke Musim Hujan dan Risiko Karhutla

Masyarakat tidak bisa berharap cepat pada datangnya hujan. BMKG memprediksi peralihan menuju musim penghujan baru akan dimulai secara bertahap pada pertengahan Oktober hingga akhir November 2026.

Rentang waktu tersebut berarti wilayah dengan ekosistem gambut dan lahan kering harus meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi kering yang berkepanjangan membuat titik api mudah muncul dan menyebar.

"Peralihan ke musim penghujan, kami prediksi akan berlangsung pada pertengahan Oktober hingga akhir November 2026 ini," jelas Fachri.

Langkah Antisipasi dan Diseminasi Data Iklim

Menghadapi skenario tersebut, BMKG tidak tinggal diam. Lembaga tersebut terus memantau ketat perkembangan dinamika atmosfer dan mendiseminasikan data iklim terkini kepada kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Data yang disebarluaskan diharapkan menjadi dasar pijakan dalam menyusun kebijakan strategis. Beberapa prioritas yang disasar adalah memastikan ketersediaan pasokan air, optimalisasi pengelolaan lahan pertanian, serta penguatan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di tingkat tapak.

Imbauan ini menyasar tidak hanya aparatur sipil negara, tetapi juga masyarakat luas dan pelaku usaha tani. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai krusial untuk meminimalkan kerugian ekonomi dan dampak sosial dari kekeringan panjang yang dipicu El Nino tahun ini.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top