Astragraphia Sebut Kolaborasi Manusia dan AI Kunci Produktivitas Bisnis

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Rabu, 23 September 2026 | 20:33:31 WIB
Direktur Astra Graphia Trivena Nalsalita berbicara dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.

SULAWESI BARATPT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) menegaskan kolaborasi manusia dan kecerdasan buatan menjadi kunci peningkatan produktivitas, bukan penggantian tenaga kerja. Perusahaan mengungkap pendekatan itu dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, seiring pemanfaatan AI di lini internal maupun solusi teknologi informasi yang dijual ke pelanggan.

Astragraphia memandang AI sebagai alat bantu yang mempercepat pekerjaan, sementara manusia tetap memegang peran pada tugas yang menuntut pertimbangan dan empati. Direktur Astra Graphia Trivena Nalsalita menyatakan pembagian peran itu menjadi dasar strategi perusahaan dalam mengadopsi teknologi tersebut.

Pekerjaan Repetitif Digantikan, Kreativitas Tetap Milik Manusia

Menurut Trivena, AI mengambil alih pekerjaan administratif dan repetitif yang berbasis analitik. Namun teknologi itu tidak memiliki empati dan kemampuan berpikir kreatif yang menjadi wilayah manusia.

"Jadi, rasanya AI dengan manusia, harusnya bisa berkolaborasi untuk menciptakan produktivitas lebih baik," ujar Trivena dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.

Pandangan itu menempatkan otomatisasi bukan sebagai ancaman langsung bagi tenaga kerja. Pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, empati, dan pertimbangan dinilai tetap memerlukan keterlibatan manusia.

Dipakai di Pengodean hingga Uji Keamanan Siber

Astragraphia memakai AI pada proses internal sekaligus pada solusi teknologi informasi yang dikembangkan perusahaan. Di pengembangan aplikasi, AI membantu proses pengodean agar lebih cepat dan akurat, termasuk menemukan bagian yang perlu dikoreksi.

Pada bidang keamanan siber, teknologi ini dipakai untuk membantu analisis saat melakukan penetration test terhadap sistem pelanggan. Sementara di ranah internal, AI dimanfaatkan antara lain pada proses rekrutmen dan bidang keuangan untuk mempercepat pekerjaan serta otomatisasi proses.

Kinerja Semester I 2026 Tumbuh Dua Digit

Perusahaan mencatat laba bersih konsolidasian Rp138 miliar pada semester I 2026, naik 30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih mencapai Rp1,556 triliun atau tumbuh 2 persen secara tahunan.

Pertumbuhan itu berasal dari segmen Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi, dengan percepatan digitalisasi proses bisnis sebagai salah satu pendorong kinerja.

Trivena menyebut perusahaan tidak melihat AI semata sebagai perkembangan teknologi. Penerapannya juga ditinjau dari sisi keberlanjutan model bisnis.

"AI itu tidak hanya menjadi tren atau hype saja, tetapi kita juga harus mencari model bisnis dan menghasilkan sebuah bisnis yang memang ada recurring revenue-nya," tutur dia.

Pemerintah Siapkan Peta Jalan AI Nasional 2026-2029

Di tingkat kebijakan, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan adopsi AI di dunia kerja perlu berorientasi pada manusia dan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional. Pemanfaatan AI disebut tidak serta-merta mengurangi tenaga kerja secara drastis, dan pekerja tetap perlu memperkuat keahlian sekaligus kemampuan memakai AI.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan prinsip human centric dan human in the loop dalam pengembangan AI. Dengan pendekatan itu, AI dapat mengambil alih tugas tertentu untuk efisiensi, tetapi manusia tetap dilibatkan pada keputusan tertentu.

Nezar juga menekankan tata kelola AI perlu berjalan beriringan dengan keamanan siber. Pemerintah tengah menyiapkan Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 dan regulasi etika AI untuk membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab.

Bagi pelaku bisnis digital, kombinasi antara penerapan AI di lini operasional dan kesiapan regulasi menjadi dua faktor yang menentukan seberapa cepat adopsi berjalan di pasar Indonesia.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top