SULAWESI BARAT — Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah penguatan harga emas global yang masih bertahan di atas level psikologis US$ 2.300 per troy ons. Investor global terus memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian arah suku bunga acuan Amerika Serikat.
Harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas batangan ke Antam juga ikut naik. Pada hari ini, Antam mematok harga buyback di Rp 2,679 juta per gram, naik Rp 19.000 dari posisi Senin (11/5).
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) Antam masih tergolong kompetitif di kisaran Rp 180.000 per gram atau sekitar 6,3%. Spread yang sempit menjadi daya tarik bagi investor ritel yang ingin bertransaksi jual-beli emas batangan dalam jangka pendek.
Antam juga merilis harga untuk pecahan lainnya. Berikut rincian harga emas batangan Antam di Butik Emas LM pada hari ini:
Penguatan harga emas Antam tidak lepas dari pergerakan emas dunia. Harga emas spot di pasar internasional masih bergerak di kisaran US$ 2.350 per troy ons, didorong oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada semester kedua tahun ini.
Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda terus mendorong aliran dana ke aset-aset aman. Bank sentral berbagai negara, termasuk China dan India, tercatat masih gencar menambah cadangan emas mereka dalam beberapa bulan terakhir.
Bagi investor ritel, tren kenaikan harga emas bisa menjadi momentum untuk merealisasikan keuntungan. Namun, analis menyarankan agar investor tidak tergesa-gesa menjual seluruh kepemilikan, mengingat potensi kenaikan masih terbuka jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga.
Sebaliknya, bagi yang baru ingin mulai berinvestasi, harga yang tinggi ini membuat entry point menjadi lebih mahal. Strategi pembelian bertahap (dollar cost averaging) dinilai lebih bijak untuk mengurangi risiko membeli di puncak harga.