MAJENE — Langkah nekat diambil para tenaga medis Puskesmas Sendana I, Kabupaten Majene. Mereka mendatangi rumah jabatan (rujab) Bupati Majene untuk melaporkan langsung dugaan buruknya manajemen keuangan dan kepemimpinan kepala puskesmas setempat.
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Para dokter dan perawat mengaku kecewa karena dana kapitasi dan non kapitasi yang menjadi hak pegawai belum juga dibayarkan. Kondisi itu disebut sudah berlangsung berulang kali dan menimbulkan keresahan di lingkungan kerja puskesmas.
Dalam pertemuan tersebut, para dokter dan tenaga kesehatan bahkan membawa lembar pernyataan berisi nama serta tanda tangan pegawai yang menyatakan tidak lagi percaya terhadap kepemimpinan kepala puskesmas saat ini. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Majene mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Sendana.
Menurut informasi yang dihimpun, keterlambatan pembayaran diduga disebabkan dana masih tersimpan di Bank Sulselbar Cabang Majene dan belum dilakukan penarikan oleh pihak puskesmas. Sejumlah tenaga kesehatan mengaku sempat mencari kepastian langsung ke pihak bank terkait alasan keterlambatan pencairan dana tersebut.
“Pihak bank menyampaikan tidak ada aturan yang melarang penarikan dana. Justru disebutkan keterlambatan sering terjadi karena pihak puskesmas lambat melakukan penarikan. Kami juga bingung apa alasannya,” ungkap salah seorang perawat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keterlambatan pencairan dana tidak hanya berdampak pada pegawai, tetapi juga mulai memengaruhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah seorang tenaga kesehatan mengungkapkan stok obat di Puskesmas Sendana I sempat mengalami kekurangan lantaran proses operasional menunggu pencairan dana.
“Ini sudah sering terjadi. Pegawai jadi resah dan semangat kerja menurun karena hak-hak mereka terlambat dibayarkan,” ujar salah seorang sumber internal puskesmas.
Para tenaga kesehatan menilai persoalan keterlambatan pembayaran bukan lagi kejadian baru. Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Kepala Puskesmas Sendana I agar persoalan serupa tidak terus berulang. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Sendana I belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran dana kapitasi dan non kapitasi tersebut.