Rutan Majene Gandeng Kemenag Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan, Akhlak dan Disiplin Disebut Membaik

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:31:15 WIB
Warga binaan Rutan Majene mengikuti bimbingan kerohanian yang diselenggarakan bersama Kemenag Majene.

MAJENEWarga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Majene tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek spiritual. Lewat sinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Majene, kegiatan bimbingan kerohanian menjadi agenda rutin yang diikuti oleh para tahanan.

Dampak Langsung pada Perilaku Warga Binaan

Petugas pembinaan Rutan Majene, Basri Bakri, mengakui bahwa program ini membawa perubahan nyata. Ia menyebut aspek kedisiplinan dan ketenangan emosional warga binaan mulai meningkat seiring rutinnya pendalaman agama.

"Melalui kegiatan ini kami melihat adanya perubahan yang cukup signifikan, terutama dalam kedisiplinan, ketenangan emosional, dan kesadaran spiritual warga binaan," ujar Basri Bakri.

Pembinaan yang berlangsung di lingkungan rutan ini diisi dengan ceramah keagamaan, pembacaan Al-Qur'an, hingga motivasi spiritual. Para penyuluh agama dari Kemenag Majene turun langsung membimbing para warga binaan.

Warga Binaan Akui Lebih Tenang dan Termotivasi

Bukan hanya dari sisi petugas, para warga binaan pun merasakan manfaatnya. Salah seorang dari mereka, Ahmad, mengaku kegiatan ini memberinya semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

"Kegiatan ini membuat kami lebih tenang dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Kami merasa diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti," ungkap Ahmad.

Pengakuan ini menunjukkan bahwa pendekatan spiritual tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan psikologis dan moral para tahanan.

Kepala Rutan: Ini Langkah Strategis Pembinaan

Kepala Rutan Majene, Christy J. Thenu, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kemenag merupakan langkah strategis. Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan spiritual agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Agama Kabupaten Majene. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan memperkuat nilai-nilai moral warga binaan agar siap kembali ke masyarakat," tutur Christy.

Ke depannya, program bimbingan kerohanian ini diharapkan terus berjalan secara berkesinambungan. Sinergi antara Rutan Majene dan Kemenag menjadi model pembinaan yang mengedepankan perbaikan karakter, bukan sekadar hukuman.

Bimbingan Rohani, Bekal Kembali ke Masyarakat

Pembinaan kepribadian melalui pendekatan agama dinilai menjadi salah satu kunci sukses reintegrasi sosial bagi mantan narapidana. Dengan bekal spiritual yang kuat, mereka diharapkan tidak hanya taat aturan selama di dalam rutan, tetapi juga mampu menahan godaan untuk mengulangi kesalahan setelah bebas nanti.

Program ini membuktikan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan bisa berjalan humanis tanpa mengurangi esensi dari hukuman itu sendiri.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: kompasiana.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top