Motorola Moto G Stylus (2026) Naik Harga Rp 2 Juta, Segini yang Berubah dari Pendahulunya

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:16:01 WIB
Motorola Moto G Stylus (2026) hadir dengan stylus aktif yang mendukung tekanan dan kemiringan.

SULAWESI BARAT — Perbedaan utama Moto G Stylus (2026) dibanding pendahulunya ada pada stylus. Jika versi 2025 masih menggunakan stylus pasif, model terbaru ini sudah dibekali stylus aktif yang mendeteksi tekanan (pressure sensitivity) dan kemiringan (tilt). Hasilnya, menulis catatan atau membuat sketsa terasa lebih natural.

Fitur palm rejection juga hadir, jadi telapak tangan yang menempel layar saat menulis tidak akan mengganggu input stylus. Motorola juga mempertahankan fitur unggulan: cukup copot stylus dari bodi ponsel, pengguna bisa langsung menulis tanpa perlu membuka aplikasi atau membuka kunci layar.

Tombol pada stylus bisa dikonfigurasi untuk berbagai fungsi: mengambil screenshot untuk diedit, membuka catatan baru, memperbesar area layar (magnifier), atau membuka Circle to Search. Sayangnya, fitur Circle to Search via stylus terasa kurang mulus. Prosesnya lebih lambat dan terasa janggal dibanding mengaktifkannya langsung dengan jari.

Spesifikasi Teknis: Hanya Sedikit yang Diutak-atik

Di luar stylus, perubahan pada Moto G Stylus (2026) sangat minimal. Layar masih 6,7 inci AMOLED resolusi 1220p dengan refresh rate 120 Hz — sama seperti tahun lalu. Satu-satunya peningkatan adalah tingkat kecerahan puncak yang lebih tinggi.

Baterai sedikit membesar dari 5.000 mAh menjadi 5.200 mAh. Motorola juga mengganti penyimpanan internal ke standar UFS 3.1 yang secara teori lebih cepat dan efisien, meski dalam pengujian perbedaannya tidak terasa signifikan.

Ketahanan air dan debu naik satu level: dari IP68 menjadi IP69. Artinya, ponsel ini kini tahan terhadap semburan air bertekanan tinggi dan suhu panas — sertifikasi yang jarang ditemukan di ponsel kelas menengah.

SoC, RAM, kamera, dan desain eksternal masih identik dengan Moto G Stylus (2025). Chipset yang sama, RAM yang sama, dan modul kamera yang sama.

Hal yang Disukai: Headphone Jack dan MicroSD Masih Ada

Motorola masih setia pada pengguna yang membutuhkan port headphone 3,5 mm dan slot microSD. Keduanya tetap hadir di Moto G Stylus (2026). Slot microSD mendukung kartu hingga 1 TB, cocok untuk pengguna dengan koleksi musik offline yang besar.

Stylus yang lebih tebal juga memberikan pegangan lebih mantap saat digunakan menulis atau menggambar dalam waktu lama.

Hal yang Kurang: Peluang Terlewat dan Harga yang Sulit Diterima

Meski stylus kini sudah mendukung Bluetooth, Motorola tidak menyertakan fitur remote shutter untuk kamera. Fitur yang sudah lazim di ponsel stylus kelas atas ini absen di sini.

Masalah paling krusial ada di harga. Kenaikan 100 dolar AS (sekitar Rp 1,65 juta) dari versi 2025 terasa tidak proporsional dengan perubahan yang ditawarkan. Dengan chipset dan RAM yang sama, performa harian tidak akan terasa berbeda. Bagi pengguna yang sudah memiliki Moto G Stylus (2025), tidak ada alasan kuat untuk upgrade.

Kesimpulan: Untuk Siapa Ponsel Ini?

Moto G Stylus (2026) paling cocok untuk pengguna yang sangat membutuhkan stylus aktif dengan pressure sensitivity dan palm rejection, tetapi tidak ingin merogoh kocek untuk flagship seperti Galaxy S24 Ultra. Pengguna yang masih bergantung pada headphone jack dan slot microSD juga akan diuntungkan.

Namun, jika Anda sudah memiliki Moto G Stylus (2025) atau tidak terlalu membutuhkan stylus, ada banyak pilihan lain di rentang harga 400-500 dolar AS yang menawarkan spesifikasi lebih kompetitif. Di pasar Indonesia, ponsel ini belum diumumkan secara resmi. Jika akhirnya masuk, banderolnya diperkirakan tembus di atas Rp 10 juta setelah pajak dan distribusi lokal.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: androidauthority.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top