SULAWESI BARAT — Pelatih anyar Macan Kemayoran itu menegaskan filosofi sepakbola cepat, agresif, dan penuh tekanan akan diterapkan di skuatnya. Pernyataan ini disampaikan Shin dalam konferensi pers perkenalan dirinya sebagai pelatih Persija pekan lalu di Jakarta.
Shin mengakui publik Indonesia belum sepenuhnya melihat sisi ofensif dari dirinya selama menangani tim nasional. Hal itu terjadi karena kondisi dan kualitas lawan yang kerap dihadapi Garuda berada di atas level.
"Saat saya memimpin Timnas, karena kami selalu bertanding melawan tim-tim yang lebih kuat dari kami, saya harus menciptakan taktik pertahanan dan menggunakan taktik yang banyak mengandalkan serangan balik," ujar Shin.
Strategi counter-attack itu dinilainya efektif untuk bersaing di level internasional. Hasil positif seperti lolos ke Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23 2024 menjadi bukti pendekatan realistisnya berhasil.
Situasi berbeda kini dihadapi Shin bersama Persija. Ia optimistis filosofi sepakbola menyerang bisa maksimal jika skuat yang kompetitif terbentuk.
Proses pembentukan tim masih berlangsung. Shin akan berdiskusi intensif dengan Presiden Persija, Mohamad Prapanca, dan para pemilik klub untuk mendatangkan pemain asing berkualitas.
"Jika kami bisa mendatangkan pemain asing yang berkualitas, saya rasa kami akan bisa menunjukkan sepak bola yang jauh lebih kuat, sepak bola yang cepat, dan sepak bola yang menyerang," jelas pelatih berusia 54 tahun itu.
Pernyataan Shin ini menjadi angin segar bagi Jakmania. Jika perekrutan pemain berjalan sesuai rencana, Persija berpotensi tampil sebagai salah satu tim paling atraktif di Liga 1 musim depan.
Shin menegaskan bahwa dirinya adalah tipe pelatih yang sangat menyukai sepakbola menyerang. Kini, publik menanti realisasi filosofi tersebut di lapangan bersama Macan Kemayoran.