MAMUJU — Sulawesi Barat untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah kejuaraan panahan lintas provinsi. Gubernur Cup Archery Championship 2026 diikuti 193 atlet individu dan 32 tim mixed dari 20 klub yang tersebar di delapan provinsi.
Peserta datang dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, hingga Papua. Turnamen ini digelar di Lapangan Panahan Kompleks Stadion Manakarra, Mamuju.
Ketua KONI Sulbar, Syamsul Samad, menyebut turnamen terbuka se-Indonesia Timur ini menjadi ajang pengukuran kemampuan atlet panahan daerah. "Ini menjadi alat ukur seberapa siap atlet-atlet kita, khususnya panahan, sebelum menghadapi Pra PON maupun PON. Mereka langsung diuji dengan kekuatan atlet dari provinsi lain," ujarnya di Mamuju, Selasa.
Menurut Syamsul, kompetisi semacam ini penting untuk memetakan level persaingan atlet Sulbar di kancah nasional. Ia menilai kehadiran atlet dari luar provinsi memberikan gambaran nyata tentang standar yang harus dikejar.
Syamsul mengapresiasi langkah Pengurus Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sulbar yang menggandeng sektor swasta sebagai sponsor utama. Model ini dinilai tidak membebani anggaran pemerintah daerah secara penuh.
"Kita harapkan setiap cabang olahraga tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga membangun komunikasi dengan pihak swasta agar pengembangan olahraga bisa dilakukan secara gotong royong," kata Syamsul.
Ia mencontohkan pola pendanaan seperti ini patut ditiru cabang olahraga lain di Sulbar agar pembinaan atlet berjalan konsisten tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
Kehadiran ratusan atlet beserta ofisial dan keluarga pendamping dinilai membawa dampak instan bagi perputaran ekonomi di Mamuju. Sektor perhotelan dan UMKM kuliner disebut paling merasakan efek dari gelaran ini.
Ketua Panitia Gubernur Cup Archery Championship 2026, Firman Argo Waskito, menjelaskan turnamen ini membuka enam divisi perlombaan. Enam divisi tersebut meliputi kategori umur U-10, U-13, U-15, U-18, serta kategori profesional Recurve dan Compound.
"Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk melahirkan banyak prestasi dan wajah-wajah baru yang mampu mengharumkan nama cabang olahraga panahan," kata Firman.
Turnamen ini menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga di Sulbar, khususnya panahan, yang kini mulai mendapat panggung kompetitif di tingkat regional.