SULAWESI BARAT — Apple tengah merombak strategi chip untuk jajaran MacBook Pro mendatang. Alih-alih meluncurkan model dengan prosesor M6 seperti perkiraan awal, perusahaan asal Cupertino ini disebut akan langsung beralih ke chip yang lebih canggih. Keputusan ini diambil untuk mengakselerasi kemampuan AI di perangkat keras mereka.
Persaingan AI antar raksasa teknologi kian memanas. Apple menilai perlu lompatan performa yang lebih signifikan, bukan sekadar peningkatan generasi bertahap. Alih-alih M6, generasi terbaru MacBook Pro diprediksi akan ditenagai oleh chip M7 atau arsitektur yang dirancang khusus untuk menangani model AI besar secara lokal.
Pendekatan ini mirip dengan strategi Apple saat melewatkan chip M3 dan langsung meluncurkan M4 di lini iPad Pro. Perusahaan ingin memastikan perangkat mereka mampu menjalankan tugas-tugas AI generatif tanpa harus bergantung penuh pada komputasi awan.
Bagi konsumen, keputusan ini berarti MacBook Pro berikutnya akan hadir dengan kemampuan Neural Engine yang jauh lebih kencang. Pengguna aplikasi kreatif seperti editor video, desainer 3D, dan pengembang perangkat lunak akan merasakan peningkatan kecepatan pemrosesan untuk fitur berbasis AI, seperti pengeditan foto otomatis atau rendering efek real-time.
Namun, konsekuensinya pengguna harus bersabar lebih lama. Siklus rilis MacBook Pro generasi baru kemungkinan mundur dari jadwal tradisional dua tahunan. Bagi yang sudah menunggu upgrade besar, opsi membeli model M4 Max atau M5 Pro saat ini mungkin jadi pertimbangan sementara.
Langkah ini menempatkan Apple dalam posisi berbeda dibanding kompetitor. Produsen lain seperti Qualcomm dengan chip Snapdragon X Elite dan Intel dengan Core Ultra juga berlomba menghadirkan NPU (Neural Processing Unit) di laptop Windows. Dengan melewatkan M6, Apple memberi sinyal bahwa pendekatan mereka akan lebih agresif dalam mengintegrasikan AI ke seluruh ekosistem, bukan sekadar mengejar angka benchmark.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai spesifikasi detail, harga, atau jadwal ketersediaan MacBook Pro anyar ini. Yang jelas, pengguna setia MacBook Pro di Indonesia yang mengincar performa AI terbaik disarankan menunggu pengumuman resmi dari Apple, yang kemungkinan baru akan terjadi pada tahun depan.