SULAWESI BARAT — Apple menuduh Chang Liu dan Tang Tan, dua mantan karyawannya, mencuri informasi rahasia terkait hardware dan menggunakannya untuk mendukung proyek perangkat konsumen OpenAI yang masih dalam tahap awal. Dalam dokumen gugatan yang dilihat oleh tim redaksi, Apple menyebut pola pencurian ini sudah menjadi budaya di internal OpenAI dan dicontohkan langsung oleh para petingginya.
Gugatan Apple mengungkap sejumlah modus operandi yang dituduhkan kepada para terdakwa. Selain mengakses sistem dan file rahasia perusahaan tanpa izin, Apple juga mengklaim para mantan karyawan ini menyuruh kandidat yang hendak direkrut untuk membawa purwarupa dan komponen Apple ke sesi wawancara.
Modus lainnya termasuk membocorkan detail produk yang belum dirilis serta proses manufaktur, dan membantu OpenAI menghubungi pemasok Apple dengan menggunakan informasi kepemilikan. Apple mendokumentasikan secara rinci seluruh dugaan pelanggaran ini dalam berkas gugatan yang telah diajukan ke pengadilan.
Menanggapi gugatan tersebut, Direktur Komunikasi Strategis OpenAI, Drew Pusateri, angkat bicara melalui akun X (dulu Twitter) atas nama perusahaan. Dalam pernyataannya, Pusateri menegaskan bahwa OpenAI sama sekali tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang perusahaan lain.
"Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan masyarakat di mana pun," tulis Pusateri dalam cuitannya. Pernyataan ini sekaligus membantah tuduhan Apple bahwa praktik curang sudah menjadi hal yang lumrah di lingkungan kerja OpenAI.
Ini bukan kali pertama proyek hardware garapan OpenAI bersama io Products—perusahaan desain bentukan mantan kepala desain Apple, Jony Ive—tersandung masalah hukum. Sebelumnya, startup hardware bernama iyO telah lebih dulu menggugat keduanya pada 2025 atas sengketa merek dagang.
Gugatan iyO kemudian diperbarui pada Maret 2026 dengan menambahkan tuduhan penyalahgunaan rahasia dagang. Dalam amandemen gugatan tersebut, nama Tang Tan juga disebut sebagai terdakwa. iyO menuding seorang mantan insinyurnya mengunduh file rahasia dan memberikannya kepada mantan eksekutif Apple itu. OpenAI juga telah membantah tuduhan dari iyO.
Sengketa hukum ini berpotensi memperlambat langkah OpenAI dan io Products dalam merilis perangkat hardware konsumen pertama mereka. Meski belum ada produk resmi yang diumumkan ke publik, proyek ini sudah lama menjadi spekulasi di kalangan pengamat teknologi karena melibatkan dua tokoh besar dari ekosistem Apple.
Bagi konsumen Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa persaingan di industri hardware semakin ketat dan rahasia dagang menjadi aset yang sangat dijaga ketat oleh perusahaan besar. Belum ada informasi apakah produk hasil kolaborasi OpenAI dan Jony Ive akan dipasarkan secara global, termasuk ke Indonesia.