SULAWESI BARAT — Platform streaming raksasa Netflix semakin serius mengintegrasikan kecerdasan buatan generatif ke dalam alur kerja produksi kontennya. Dalam surat kepada pemegang saham yang dirilis bersamaan dengan laporan keuangan kuartal kedua 2025, perusahaan menyebutkan bahwa teknologi gen-AI telah digunakan di kurang lebih 300 judul tayangan sepanjang tahun ini.
"Pada 2025, alur kerja GenAI telah digunakan di sekitar 300 judul kami, dengan konsentrasi terbesar pada pasca-produksi," tulis Netflix dalam dokumen tersebut.
Netflix menyebut tiga proyek spesifik sebagai contoh penggunaan AI untuk menciptakan rangkaian adegan yang sangat kompleks. Ketiganya adalah Glory (India), Brasil 70: A Saga do Tri (Brasil), dan The American Experiment (AS).
Sejak Juli tahun lalu, Netflix sudah mengonfirmasi penggunaan gen-AI di setidaknya satu judul original. Namun, ekspansi melalui akuisisi studio dan pembukaan studio khusus menunjukkan ambisi yang jauh lebih besar.
Dalam surat yang sama, Netflix secara eksplisit menyebutkan alasan di balik adopsi teknologi ini. "Kami semakin memanfaatkan alat-alat ini untuk menghasilkan output berkualitas lebih tinggi dengan lebih cepat dan biaya lebih rendah dibandingkan metode tradisional," tulis perusahaan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar proyek eksperimental, melainkan bagian dari strategi efisiensi operasional jangka panjang.
Meski gen-AI mampu menyelesaikan pekerjaan yang biasanya memakan waktu berhari-hari bagi seniman efek visual (VFX) dalam hitungan jam, bukan berarti proses kreatif bisa sepenuhnya otomatis. Sentuhan manusia masih diperlukan untuk memastikan hasil AI selaras dengan keseluruhan narasi film atau serial.
Netflix dan studio mitra diharapkan memahami bahwa AI hanyalah alat bantu bagi kreator, bukan pengganti seluruh tim. Keseimbangan antara efisiensi teknologi dan kualitas artistik akan menjadi kunci keberhasilan strategi ini ke depan.