SULAWESI BARAT — Pengujian digelar oleh Sun Star Motor Ngagel Surabaya pada Minggu (19/7/2026) bersama sejumlah media. Hasil konsumsi BBM yang terpampang di layar Multi Information Display (MID) itu menunjukkan efisiensi sistem hybrid Mitsubishi dalam skenario berkendara harian yang realistis.
Mitsubishi membekali XForce Hybrid dengan mesin 1.600 cc 4A92 Atkinson Cycle yang menghasilkan 107 PS. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik bertenaga 116 PS dan torsi instan 255 Nm. Karakter akselerasi langsung terasa spontan saat pedal gas diinjak dari posisi diam, berkat dominasi motor listrik sebagai penggerak utama di kecepatan rendah hingga menengah.
Mesin bensin baru bekerja ketika tenaga tambahan dibutuhkan, misalnya saat akselerasi cepat di jalan tol atau melaju pada kecepatan tinggi. Transisi antara kedua sumber tenaga berlangsung halus, membuat penumpang hampir tidak merasakan perubahan sumber penggerak. Sistem transaxle Parallel High dan Parallel Low turut mendistribusikan tenaga secara efisien di berbagai rentang kecepatan.
Redaksi Otojatim mencatat kabin XForce Hybrid terasa lebih senyap dibanding generasi sebelumnya. Peredaman suara mesin dan angin meningkat signifikan. Karakter suspensi juga berubah lebih nyaman — bantingan terasa lembut saat melewati sambungan beton tol maupun permukaan bergelombang.
Penempatan baterai hybrid di bawah lantai kendaraan menurunkan pusat gravitasi. Efeknya langsung terasa saat memasuki tanjakan dan tikungan di Hutan Cempaka: bodi tetap stabil dengan gejala limbung yang minim. "Mitsubishi XForce Hybrid memberi karakter berkendara yang berbeda," tulis Redaksi Otojatim dalam kesan resmi mereka.
Kabin XForce Hybrid dibekali dashboard berlapis kulit, tuas transmisi elektrik bergaya joystick, panoramic roof, electric seat delapan arah, Multi Around Monitor 360 derajat, serta sistem audio premium Yamaha. Fitur Charge Mode memungkinkan mesin mengisi baterai saat dibutuhkan, sehingga mobil bisa mempertahankan pendingin kabin tanpa mesin terus bekerja saat berhenti.
Satu keunggulan lain: Mitsubishi memberikan fleksibilitas penggunaan bahan bakar. "Recommended-nya 95 tapi dia bisa minimal Oktan 90 saja... mobil ini masih bisa berjalan dengan aman," demikian pernyataan resmi pabrikan. Kemampuan ini memberi keleluasaan bagi pengguna yang berada di daerah dengan ketersediaan BBM oktan tinggi terbatas.
Hasil 18 km/liter pada rute Surabaya-Taman Dayu menjadi gambaran nyata performa hybrid Mitsubishi dalam penggunaan sehari-hari. Angka tersebut diperoleh tanpa perlakuan khusus — mobil dipacu mengikuti kondisi lalu lintas, termasuk beberapa kali akselerasi di jalan tol. Motor listrik menjadi penggerak utama ketika kondisi memungkinkan, sementara mesin bensin bekerja saat tenaga tambahan atau kecepatan tinggi diperlukan.