MAJENE — SMK Negeri 1 Majene menggelar sosialisasi Teaching Factory (Tefa) dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artificial (KKA). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan, Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan dan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Gowa, serta mitra sekolah, Luthfia Butik Makassar.
Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Hidayat, yang membuka acara menekankan bahwa sekolah harus memfasilitasi peserta didik dengan pengalaman yang setara dengan dunia industri. “Murid pada saat menyelesaikan pendidikannya di SMK dan memasuki dunia kerja sudah terlatih dengan pola kerja di industri,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam paparan pertamanya, Hidayat menjelaskan bahwa sekolah model adalah sekolah berkategori unggul, inovatif, dan bersinergi. Sekolah ini nantinya diharapkan mampu mengimbas praktik baik ke sekolah-sekolah sederajat di sekitarnya.
Materi kedua dibawakan oleh Thaha, Widyaiswara dari BPPMPV KPTK Gowa. Ia mengupas prinsip utama Tefa, karakteristik, perencanaan pembelajaran, hingga langkah-langkah implementasinya. Menurut Thaha, pembelajaran mendalam di jurusan produktif sebenarnya sudah berjalan, namun belum terstruktur dan optimal.
Tefa sendiri merupakan model pembelajaran yang bersifat hierarkis. Setiap materi memiliki prasyarat yang harus dipenuhi sebelum peserta didik melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Sesi terakhir diisi oleh Luthfiyah Jusuf dari Luthfia Butik Makassar yang juga berprofesi sebagai dosen. Ia memaparkan budaya kerja yang berlaku di industri, seperti disiplin, etos kerja, tanggung jawab, kerja sama, dan komunikasi yang baik. Semua itu, kata Luthfiyah, sebaiknya dilatihkan saat pembelajaran Tefa agar murid terbiasa sebelum benar-benar bekerja.
Kegiatan sosialisasi ini direncanakan berlangsung selama empat hari. Tahap pertama bersifat menyeluruh untuk seluruh guru, sedangkan tahap kedua berupa workshop yang khusus diikuti guru produktif kejuruan. Workshop akan membahas masalah teknis pembelajaran Tefa di masing-masing jurusan.
Dalam arahannya, Hidayat juga mengingatkan agar kurikulum satuan pendidikan selalu diperbaharui setiap tahun. Penyesuaian itu harus mengikuti perkembangan dunia pendidikan serta kebutuhan masyarakat dan industri sebagai pemangku kepentingan.
Kepala UPTD SMKN 1 Majene, Sitti Nasrah, berharap sosialisasi ini diikuti maksimal oleh para guru sebagai langkah awal mengimplementasikan program sekolah model. SMK Negeri 1 Majene terpilih sebagai sasaran penerima bantuan dari pemerintah untuk program tersebut.