Hyundai Buka Pabrik Baterai EV Senilai Rp 80 Triliun di Georgia, Pasok 300.000 Mobil Listrik per Tahun

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 09:50:01 WIB
Pabrik baterai kendaraan listrik Hyundai senilai Rp 80 triliun di Georgia, Amerika Serikat, mulai beroperasi secara komersial awal bulan ini.

SULAWESI BARAT — Pabrik baterai ini merupakan bagian dari proyek raksasa Hyundai Metaplant America (HMGMA) senilai US$12,6 miliar — proyek ekonomi terbesar dalam sejarah negara bagian Georgia. Pengumuman awal kerja sama 50:50 antara Hyundai dan SK On sudah diteken sejak April 2023, dan produksi semula ditargetkan bergulir pada paruh kedua 2025. Meski molor beberapa bulan, HSBMA mengumumkan pabriknya sudah memasuki tahap produksi komersial sejak awal bulan ini.

Pasokan Baterai untuk IONIQ 9 dan IONIQ 5

Baterai yang diproduksi di pabrik baru ini akan langsung dikirim ke Metaplant Hyundai untuk dipasang di IONIQ 9, SUV listrik tiga baris yang tengah naik daun. Sementara itu, IONIQ 5 yang saat ini menjadi EV terlaris ketiga di AS setelah Tesla Model Y dan Model 3, selama ini disuplai baterai dari pabrik SK On lain di Commerce, Georgia, sejak April 2025.

“Pabrik ini akan terus fokus pada keunggulan operasional, kualitas, dan keselamatan seiring pertumbuhan produksi kendaraan listrik di Amerika Utara,” ujar Hang Ki Moon, CEO HSBMA, dalam pernyataan resmi.

Hyundai vs Chevrolet: Sengit di Puncak Penjualan EV AS

Kehadiran pabrik baterai ini tak lepas dari agresivitas Hyundai mengejar posisi kedua penjualan EV di AS. Data Kelley Blue Book menunjukkan Hyundai (tanpa Kia dan Genesis) menjual 26.936 unit EV murni pada semester I 2026 — hanya terpaut 1.331 unit dari Chevrolet yang mencatat 28.267 unit. Uniknya, penjualan EV Chevy justru ambles 40% dibanding periode yang sama tahun lalu.

IONIQ 5 menjadi tulang punggung dengan status sebagai EV ketiga terpopuler di AS. Adiknya, IONIQ 9, mencatat pertumbuhan penjualan 380% year-on-year, didorong tingginya minat konsumen mencari kendaraan efisien di tengah harga BBM yang merangkak naik.

Strategi Harga Agresif dan Konversi Pelanggan Baru

Hyundai tidak hanya menambah kapasitas produksi baterai. Pabrikan Korea ini juga gencar menekan harga jual. IONIQ 5 model 2026 dibanderol mulai US$35.000, menjadikannya salah satu EV paling terjangkau di pasar AS. Pekan lalu, Hyundai meluncurkan promo musim panas dengan bunga 0% APR dan diskon hingga US$10.000 untuk model EV tertentu.

Strategi ini terbukti efektif. Saat mengunjungi Metaplant pada April lalu, Hyundai mengungkapkan tingkat konversi pelanggan baru (conquest rate) IONIQ 5 mencapai 69,8% tahun lalu, sementara IONIQ 9 menyentuh 64,3%. Artinya, mayoritas pembeli adalah konsumen yang sebelumnya tidak setia pada merek Hyundai.

Selain pabrik dengan SK On, Hyundai juga telah meresmikan pabrik baterai terpisah bersama LG Energy Solution pada April 2026, berlokasi sekitar 30 menit dari Savannah, Georgia. Dengan dua pabrik baterai yang beroperasi penuh, Hyundai semakin leluasa mengamankan pasokan untuk memenuhi target penjualan EV di Amerika Utara.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top