MAMUJU — Perayaan ulang tahun daerah kerap kali hanya dimaknai sebagai seremonial belaka. Namun, Pemprov Sulbar mencoba menggeser paradigma itu dengan meluncurkan identitas visual yang sarat makna pembangunan, bukan sekadar pajangan acara.
Logo resmi HUT ke-22 Sulbar mengusung tema besar "22 Tahun Mengabdi dan Berkarya Bersama Menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera". Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menyebut perjalanan selama dua dekade lebih telah memberikan banyak pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat.
"HUT ke-22 ini harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan. Ke depan, kita harus terus bekerja, berkarya, dan berkolaborasi agar Sulbar semakin maju, mandiri, dan sejahtera," ujar Suhardi Duka.
Ketua panitia memastikan elemen visual yang dipilih bukan tanpa alasan. Sekretaris Panitia HUT ke-22, Murdanil, membeberkan filosofi di balik setiap detail logo yang mengangkat identitas maritim khas Sulbar.
Angka "22" pada logo dimaknai sebagai usia provinsi yang semakin matang. Namun, yang paling menonjol adalah ikon perahu Sandeq yang merepresentasikan akar budaya maritim masyarakat setempat, simbol keberanian dan kemampuan beradaptasi.
Selain itu, terdapat tiga tali layar berwarna merah yang menggambarkan sinergi tiga pilar utama. "Tiga tali ini adalah kekuatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan seperti dunia usaha, akademisi, tokoh agama, serta pemuda," jelas Murdanil.
Elemen gelombang laut dalam logo menyimbolkan dinamika pembangunan yang terus bergerak maju secara berkelanjutan. Sementara itu, sentuhan kaligrafi pada tulisan "Tahun" memberikan kesan modern dan progresif pada momentum perayaan.
Pemilihan warna pada logo juga memiliki arti tersendiri. Warna biru melambangkan kepercayaan dan profesionalisme pelayanan publik, merah menyimbolkan semangat juang, sedangkan putih merepresentasikan integritas dan pemerintahan yang bersih.
Gubernur Suhardi Duka menambahkan, identitas maritim ini membawa pesan penting bahwa pembangunan daerah harus bertumpu pada potensi lokal, namun tidak menutup diri dari inovasi zaman.
Pemprov Sulbar tidak main-main dengan konsistensi identitas visual ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, menginstruksikan agar logo digunakan secara konsisten di seluruh rangkaian kegiatan dan media resmi pemerintah.
"Logo ini adalah identitas visual yang menyatukan seluruh rangkaian peringatan. Karena filosofinya sangat kuat, penggunaannya harus konsisten pada seluruh media publikasi," tegas Junda.
Ketua Panitia HUT ke-22, Habibi Azis, bersama Koordinator Perayaan, Arianto, memastikan seluruh perangkat daerah wajib menggunakan desain yang seragam. Ketentuan ini berlaku mulai dari dekorasi, media sosial, hingga dokumen pendukung kegiatan.
"Kami ingin seluruh rangkaian perayaan memiliki identitas yang sama, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenali setiap kegiatan. Ini bukan sekadar seremonial, tapi ruang memperkuat rasa memiliki terhadap Sulbar," pungkas Habibi.