SULAWESI BARAT — Sementara itu, hak distribusi untuk pasar domestik Amerika Serikat masih dipegang oleh WME. Film ini menjadi proyek kedelapan bagi sutradara Eugene Kotlyarenko, yang sebelumnya dikenal lewat film "Spree" yang tayang di Sundance 2020 dan sempat masuk jajaran Top 10 Netflix.
Sinopsis: Perburuan Denim Langka yang Berujung Perang dengan Yakuza
"Vintage Violence" mengikuti kisah seorang livestreamer yang secara tidak sengaja menemukan koleksi denim vintage langka di Colorado. Ketegangan mulai muncul ketika seorang subscriber-nya membujuknya untuk terbang ke Jepang dengan iming-iming keuntungan besar dari penjualan celana jeans tersebut.
Sesampainya di Jepang, ia justru terjerat dalam konflik berbahaya dengan sindikat Yakuza. Selain Sprouse dan Mizuhara, film ini juga dibintangi oleh Nijiro Murakami ("Alice in Borderland"), Pierre Taki ("Like Father Like Son"), dan Hio Miyazawa ("Egoist").
Menariknya, Kiko Mizuhara juga akan tampil dalam proyek film terbaru sutradara legendaris Takashi Miike yang berlatar di Kyoto. Di balik layar, film ini melibatkan sinematografer papan atas Sean Price Williams, yang dikenal lewat karya-karyanya di film "Good Time" dan "The Sweet East".
Antusiasme Kreator dan Visi Distributor
Sang sutradara, Eugene Kotlyarenko, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. Ia menilai Best Friend Forever adalah rumah yang tepat untuk membawa filmnya ke khalayak yang lebih luas.
"'Vintage Violence' dibuat dengan penuh semangat dan kecintaan pada sinema dari semua orang yang terlibat. Senang rasanya bisa bekerja dengan Best Friend Forever, sebuah perusahaan yang juga memiliki kualitas tersebut," ujar Kotlyarenko dalam pernyataan resminya.
Senada dengan sang sutradara, pendiri Best Friend Forever, Martin Gondre dan Charles Bin, juga memuji pendekatan sinematik Kotlyarenko. Mereka menilai sang pembuat film berhasil mengubah budaya hiper-terkoneksi menjadi bahasa sinematik yang segar dan playful.
"'Vintage Violence' terasa seperti langkah baru yang menarik—sebuah thriller yang lucu, romantis, dan tak biasa, dengan gaya bebas yang mengingatkan kami pada Takashi Miike," tambah mereka.
Produksi dan Rencana Rilis
Film ini merupakan hasil produksi Spacemaker Productions, yang juga menggarap "Spree" dan "The Code". Mereka bekerja sama dengan rumah produksi asal Jepang, Barravento dan Mam Film. Spacemaker sendiri dikenal memiliki portofolio kuat dengan memproduksi film-film seperti "Armageddon Time" arahan James Gray.
"Vintage Violence" akan menjadi bagian dari jajaran film Best Friend Forever untuk musim gugur 2026. Jadwal ini berdekatan dengan dua judul lain yang juga tayang di Toronto, yaitu "Half" dan "Elephants in the Fog" yang merupakan pemenang Jury Prize di Cannes.
Dengan premis yang unik dan jajaran pemain internasional, "Vintage Violence" diprediksi menjadi salah satu film yang paling dinanti di TIFF tahun ini, sekaligus menegaskan posisi Eugene Kotlyarenko sebagai sineas yang konsisten menghadirkan cerita segar tentang budaya digital.