Wakapolda Sulbar Siagakan Jajaran Antisipasi Karhutla, Perintahkan PJU Pantau Langsung Wilayah Binaan

Penulis: Surya Dinata  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:38:01 WIB
Wakapolda Sulawesi Barat memimpin analisa dan evaluasi kinerja mingguan untuk memastikan kesiapan jajaran dalam mengantisipasi karhutla.

MAMUJU — Wakapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Hari Santoso memimpin Analisa dan Evaluasi Kinerja mingguan di ruang kerjanya, Senin lalu. Agenda rutin ini difokuskan untuk merumuskan pelayanan yang lebih maksimal bagi masyarakat, dengan penekanan utama pada kesiapan menghadapi karhutla dan isu strategis lainnya demi menjaga stabilitas keamanan di Sulbar.

Langkah ini diambil menyusul kondisi wilayah Sulawesi Barat yang didominasi hutan dan lahan sawit, sehingga sangat rawan terhadap titik api saat kemarau. Seluruh jajaran diperintahkan untuk menyiapkan apel kesiapan personel dan peralatan penanganan karhutla, termasuk pengecekan alutsista.

PJU Wajib Turun ke Polres

Brigjen Pol Hari Santoso menegaskan bahwa setiap pejabat utama (PJU) tidak cukup hanya memantau dari belakang meja. Mereka diminta untuk mengenali potensi masalah di wilayah binaan masing-masing dan turun langsung ke Polres untuk memastikan kesiapan di lapangan.

Instruksi ini memastikan bahwa seluruh rantai komando di Sulbar siap bergerak cepat. Pengawasan langsung oleh PJU diharapkan mampu memetakan titik rawan lebih awal sebelum api sempat membesar.

Penanganan Tidak Berhenti di Pemadaman

Dalam arahannya, Wakapolda menekankan bahwa pengendalian karhutla tidak boleh berhenti pada proses pemadaman saja. Proses hukum harus berlanjut hingga ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka bagi pihak yang bertanggung jawab memicu kebakaran.

Hal ini menjadi sinyal tegas bagi pelaku pembakaran lahan. Penegakan hukum akan dijalankan untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi wilayah Sulbar dari bencana asap yang merugikan masyarakat luas.

Sinergi Jadi Kunci Stabilitas Daerah

Wakapolda menggarisbawahi bahwa kesiapan maksimal tidak hanya untuk menghadapi bencana alam, tetapi juga gangguan keamanan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh elemen kepolisian, instansi pemerintah, dan masyarakat diminta bersinergi.

Sinergi tersebut menjadi kunci utama menjaga Sulawesi Barat tetap aman, damai, dan kondusif. Dengan kolaborasi yang solid, potensi karhutla dan gangguan kamtibmas lain diharapkan bisa ditekan sejak dini.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: terassulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top