Seoul Bareng Anak Remaja: 4 Hari Menjelajah K-Beauty, Hanbok, dan Seongsu

Penulis: Surya Dinata  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 23:49:32 WIB
Seorang ibu dan anaknya berjalan di kawasan Seongsu, Seoul, yang dikenal dengan butik dan kafe modernnya.

SULAWESI BARAT — Perjalanan ibu dan anak dari New York ke Tokyo berubah menjadi petualangan empat hari di Seoul yang tidak terlupakan. Juliet Izon, kontributor Conde Nast Traveler, dan putrinya yang berusia 10 tahun, Avvie, memutuskan menambah Seoul ke rencana perjalanan mereka karena jaraknya hanya dua jam penerbangan dari Tokyo. Keputusan impulsif ini justru menjadi bagian paling berkesan dari liburan mereka.

Bagi orang tua dengan anak usia remaja awal, Seoul adalah pilihan yang cerdas. Avvie, yang sudah punya daftar keinginan sendiri soal lip gloss dan koreografi K-Pop, justru menjadi penentu arah perjalanan. "Salah satu hal terbaik memiliki anak remaja adalah mereka mulai punya minat dan pendapat sendiri," kata Juliet. "Dia datang dengan daftar makanan yang ingin dicoba dan tempat yang ingin dijelajahi, sering kali tempat yang tidak akan saya pilih sendiri."

Mengapa Seoul Cocok untuk Liburan Ibu dan Anak

Secara praktis, Seoul tidak menambah jet lag karena berada di zona waktu yang sama dengan Jepang. Nilai tukar dolar AS terhadap won Korea juga membuat kota ini terasa lebih terjangkau daripada yang dibayangkan. Bagi Avvie, Seoul adalah taman bermain raksasa dengan ribuan pilihan produk kecantikan dan budaya pop.

Persiapan mereka sebelum berangkat cukup matang. Juliet dan Avvie membeli buku panduan cetak dan menandai tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Mereka juga menonton video YouTube, TikTok, dan acara kuliner di Netflix untuk membangun ekspektasi. Hasilnya, begitu tiba di Seoul, mereka sudah punya peta tujuan yang jelas.

Kejutan Pertama: Bunga Sakura dan Peta yang Bermasalah

Seoul memberi dua kejutan yang berlawanan. Yang pertama tidak menyenangkan: Google Maps tidak berfungsi di Korea Selatan karena pemerintah setempat tidak mengekspor data peta presisi tinggi ke perusahaan asing. Juliet yang terbiasa menyimpan semua lokasi di Google Maps harus beralih ke aplikasi Naver. Butuh waktu untuk membiasakan diri, tetapi akhirnya mereka menemukan jalan.

Kejutan kedua jauh lebih menyenangkan. Musim semi di Seoul berarti bunga sakura bermekaran di mana-mana. Jepang mungkin lebih terkenal, tetapi bunga sakura di Namsan Mountain sungguh spektakuler. Tidak ada yang memberi tahu mereka tentang hal ini sebelumnya.

Seongsu: "Brooklyn"-nya Seoul yang Hidup di Malam Hari

Begitu menurunkan koper di hotel, Juliet dan Avvie langsung menuju Seongsu, kawasan di timur Seoul yang sering disebut sebagai Brooklyn-nya Seoul. "Sebagai orang New York, saya akan menambahkan kualifikasi: dengan toko-toko chic, restoran, dan gerombolan penduduk serta pengunjung yang berpakaian rapi, ini seperti Williamsburg," kata Juliet.

Butik di Seongsu buka hingga pukul 22.00, membuat kawasan ini tetap ramai setelah gelap. Avvie berlarian antara toko makeup dan stan gantungan kunci, sementara ibunya menikmati energi kota yang terasa elektrik sejak detik pertama.

Dua Hari dengan Pemandu Lokal yang Mengubah Segalanya

Untuk dua dari empat hari di Seoul, Juliet dan Avvie bekerja sama dengan Kensington Tours dan pemandu lokal bernama Alice. Pengetahuan Alice tentang budaya Korea, makanan, mode, dan sejarah mengubah cara mereka menjelajahi kota. Bagi Juliet, menggunakan pemandu adalah filosofi perjalanan, bukan sekadar kenyamanan.

"Mereka tidak hanya mengoptimalkan rute wisata Anda, tetapi Anda juga punya orang untuk bertanya," jelas Juliet. "Dan dengan anak berusia 10 tahun, pertanyaan itu muncul sangat sering."

Alice membawa mereka ke Gwangjang Market untuk makan siang. Pasar yang luas dan ramai ini menjadi tempat mereka mencoba bindae-tteok, pancake kacang hijau yang gurih dan renyah. Alice langsung menuju stan favoritnya, memastikan Juliet dan Avvie mencicipi versi terbaik dari hidangan ikonik ini.

Tips Berkunjung ke Seoul Bersama Anak

Bagi keluarga yang ingin meniru pengalaman ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Unduh aplikasi Naver sebelum berangkat karena Google Maps tidak berfungsi. Bawa buku panduan cetak sebagai cadangan. Dan jangan ragu menggunakan jasa pemandu lokal untuk mengoptimalkan waktu dan mendapatkan wawasan yang tidak ada di buku.

Empat hari di Seoul memberikan kenangan yang tidak ternilai bagi Juliet dan Avvie. Bukan hanya soal produk kecantikan atau K-Pop, tetapi tentang seorang ibu yang membiarkan anaknya memimpin jalan. Di usia yang masih peralihan ini, momen-momen seperti itu adalah suvenir paling berharga.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: cntraveler.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top