SULAWESI BARAT — Bangkok Metropolitan Administration menetapkan seluruh 50 distrik di ibu kota Thailand sebagai area bencana setelah hujan deras mengguyur selama sekitar 48 jam. Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang masih beroperasi, tetapi wisatawan perlu menyiapkan waktu perjalanan darat jauh lebih lama menuju bandara. Status bencana ini memungkinkan otoritas mempercepat penanganan genangan di sejumlah ruas jalan utama.
Penetapan status bencana berlaku sejak Jumat (25/9) dan memberi Bangkok Metropolitan Administration kewenangan mengerahkan pompa air, membersihkan saluran drainase, menyiapkan tempat pengungsian sementara, hingga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Sejumlah kawasan tergenang cukup parah, sementara wilayah lain masih bisa diakses kendaraan.
Hotel, restoran, dan operator tur tetap melayani tamu di banyak lokasi. Kendala yang muncul lebih pada keterlambatan pasokan, kekurangan staf, dan perubahan rute kendaraan akibat jalan yang terendam.
Bandara Internasional Suvarnabhumi dan Don Mueang tidak menghentikan layanan penerbangan. Di Don Mueang, hujan deras sempat membuat sebagian taxiway sisi selatan tergenang, sebelum petugas mengerahkan pompa dan mengalihkan pergerakan maskapai dari area tersebut.
Wisatawan yang menuju Suvarnabhumi disarankan menghindari kawasan Lat Krabang yang terdampak genangan. Jalan Tol No. 7 dan Burapha Withi Expressway bisa jadi jalur alternatif.
Penumpang penerbangan internasional dianjurkan tiba setidaknya tiga jam sebelum keberangkatan, sedangkan penerbangan domestik dua jam. Otoritas Penerbangan Sipil Thailand meminta penumpang mengecek status penerbangan langsung ke maskapai masing-masing.
Genangan dan kemacetan membuat perjalanan dari hotel menuju bandara, stasiun kereta, atau tempat wisata bisa jauh lebih lama dari biasanya. Kondisi jalan berubah cepat begitu hujan kembali turun dan drainase tak lagi menampung air.
Wisatawan yang masih berada di Bangkok dapat mempertimbangkan transportasi kereta selama layanannya beroperasi, karena perjalanan darat berpotensi lebih sulit diprediksi.
Tourism Authority of Thailand (TAT) memantau kondisi dan berkoordinasi dengan lembaga terkait. Wisatawan yang butuh bantuan dapat menghubungi TAT Contact Centre di 1672 atau Tourist Police di 1155.
Tempat pengungsian, pompa, karung pasir, dan peralatan pengendali banjir sudah disiapkan di sejumlah lokasi. Wisatawan diminta tidak berjalan kaki atau mengemudikan kendaraan menerobos genangan, serta mengikuti arahan otoritas setempat.
Hingga kini belum tersedia data pasti soal jumlah pembatalan hotel atau penurunan okupansi akibat banjir. Operator tur dan perhotelan masih berjalan meski menghadapi sejumlah kendala operasional.
Bagi yang tetap melanjutkan perjalanan ke Bangkok, pantau prakiraan cuaca harian dan konfirmasi ulang jadwal transportasi ke bandara sehari sebelumnya. Fleksibilitas jadwal jadi kunci selama periode banjir seperti sekarang.