SULAWESI BARAT — Dunia hiburan Indonesia kehilangan aktor senior Yadi Timo pada Jumat (16/10/2026). Selama hampir 30 tahun berkarier, pria yang dikenal lewat karakter Mastur di Petualangan Sherina itu meninggalkan jejak panjang di film dan sinetron.
Kabar duka datang dari dunia akting Tanah Air. Yadi Timo meninggal pada Jumat (16/10/2026), meninggalkan warisan karya yang membentang dari layar lebar hingga serial televisi. Berikut lima fakta perjalanan kariernya yang layak dikenang.
Yadi Timo menapaki dunia seni peran secara profesional sejak 1996. Sejak titik itu, ia membangun karier lewat berbagai kesempatan bermain di film dan sinetron.
Perjalanannya di industri hiburan berlangsung hampir tiga dekade. Rentang itu memperlihatkan keterlibatannya melewati berbagai fase perkembangan perfilman dan tayangan televisi Indonesia.
Nama Yadi melekat kuat lewat perannya sebagai Mastur dalam film Petualangan Sherina. Dalam film populer itu, ia memerankan sosok penculik yang menjadi bagian dari konflik cerita.
Karakter tersebut jadi salah satu peran paling diingat penonton Indonesia. Filmnya masih dikenang bertahun-tahun setelah penayangan perdana.
Kiprah Yadi tidak berhenti pada satu judul. Pada 2004, ia turut membintangi Petualangan 100 Jam, Rindu Kami PadaMu, dan Brownies.
Setahun kemudian, ia kembali tampil lewat Banyu Biru dengan memerankan karakter sopir truk. Ia juga terlibat dalam film Marley pada 2022 sebagai Pak Broto.
Selain film, Yadi punya pengalaman panjang di dunia sinetron. Salah satu perannya yang cukup dikenal adalah Rohali atau Ali, ayah Nayla yang diperankan Chelsea Olivia, dalam sinetron Buku Harian Nayla pada 2006.
Menjelang akhir hayatnya, Yadi bahkan masih aktif di dunia akting. Ia terus terlibat dalam berbagai produksi, termasuk sejumlah sinetron populer yang menemani pemirsa dari generasi ke generasi.
Kepergian Yadi Timo menutup perjalanan panjang hampir 30 tahun di dunia seni peran. Karakter Mastur dan sederet peran lainnya akan tetap menjadi jejak yang dikenang penonton Indonesia.