SULAWESI BARAT — Jorge Martin mengakui Marc Marquez punya kemampuan menghukum setiap kesalahan lawan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Pembalap Aprilia Racing itu menyebut persaingan melawan Marquez tidak jauh berbeda dibandingkan saat melawan Pecco Bagnaia, namun Marquez lebih minim kesalahan.
Dua angka. Itulah jarak poin Jorge Martin dengan Marc Marquez setelah MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Hanya lima seri tersisa musim ini, dan selisih dua poin itu tercatat sebagai rekor baru dalam sejarah perebutan gelar juara dunia kelas utama.
Martin bukan nama baru dalam persaingan seperti ini. Musim 2026 menjadi pengalaman ketiganya bersaing memperebutkan mahkota juara dunia MotoGP, setelah dua musim sebelumnya selalu membawa persaingan hingga seri terakhir.
Dua Musim Sebelumnya: Kalah dari Bagnaia, Lalu Juara dengan Tiga Kemenangan
Pada 2023, Martin harus mengakui keunggulan Pecco Bagnaia. Setahun berselang, dia membalikkan keadaan dan merebut gelar juara dunia meski hanya memenangi tiga balapan. Jumlah itu jauh di bawah Bagnaia yang mengoleksi 11 kemenangan.
Konsistensi jadi kunci kemenangan Martin musim itu. Dia mengumpulkan poin secara stabil sepanjang musim dan mengunci gelar dengan keunggulan 10 poin atas pembalap Ducati tersebut.
Mengapa Marquez Dinilai Lebih Berbahaya
Menghadapi Marquez, Martin melihat satu perbedaan yang membuat pembalap Ducati Lenovo Team itu lebih berbahaya. Marquez dikenal mampu meminimalkan kesalahan sekaligus memaksimalkan peluang begitu rivalnya kehilangan momentum.
Marquez sendiri telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP. Kemampuannya bertahan di situasi persaingan ketat sudah terbukti berulang kali.
"Bagi saya, tidak banyak yang berubah," kata Martin saat MotoGP Indonesia.
Pernyataan itu merujuk pada perbandingan antara menghadapi Bagnaia dan Marquez. Meski demikian, Martin menyadari pengalaman dua persaingan gelar sebelumnya tidak otomatis memberinya keuntungan. Justru Marquez yang dinilainya lebih sulit dijinakkan karena kemampuan menghukum setiap kesalahan lawan.
Sisa Lima Seri, Jarak Dua Poin
Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 kini memasuki fase paling ketat. Selisih dua poin dengan lima seri tersisa membuat setiap balapan berpotensi mengubah peta persaingan.
Bagi Martin, modal konsistensi yang membawanya juara pada 2024 akan diuji lagi. Musim ini lawannya berbeda karakter: bukan pembalap yang mengumpulkan banyak kemenangan seperti Bagnaia, melainkan pembalap yang jarang melakukan kesalahan.
Lima seri tersisa akan menentukan apakah Martin bisa mengulang skenario 2024, atau Marquez menambah koleksi gelar dunianya menjadi delapan.