SULAWESI BARAT — Startup Indonesia yang mengejar kredit cloud besar dari AWS Activate atau Google for Startups Cloud Program perlu menghitung ulang ekspektasi. Plafon hingga US$200.000 tidak otomatis diterima penuh, dan sebagian besar kredit justru berisiko hangus karena batas waktu pemakaian serta biaya yang tidak ditanggung.
Perbandingan dua program kredit cloud asing itu mencuat di kalangan founder lokal yang sedang menekan biaya infrastruktur. Keduanya menawarkan nominal menarik di atas kertas, tetapi syarat akses dan cakupan layanannya berbeda jauh. Keputusan memilih jalur mana pun bergantung pada jenis pendanaan, kecocokan beban kerja, dan tagihan yang tetap harus dibayar setelah kredit habis.
AWS Activate membagi akses ke dalam dua tingkatan. Jalur Founders menyasar startup yang membiayai sendiri, dimulai dari kredit US$1.000 dan bisa bertambah hingga total US$5.000 bagi peserta terpilih.
Jalur Portfolio menawarkan plafon hingga US$200.000 untuk startup sebelum seri B. Syaratnya, perusahaan harus memegang Org ID dari Activate Provider seperti investor atau akselerator. Tanpa hubungan itu, akses ke Portfolio tertutup.
Ketentuan umum AWS mencakup usia perusahaan maksimal sepuluh tahun, akun AWS pada paket berbayar, serta belum pernah menerima kredit Activate atau mengajukan nilai lebih besar dari kredit sebelumnya.
Google for Startups Cloud Program menyediakan jalur Start senilai hingga US$2.000 dengan masa berlaku satu tahun. Jalur ini mensyaratkan MVP yang sudah berfungsi, rencana mencari pendanaan ventura, usia perusahaan maksimal 24 bulan, dan belum pernah menerima kredit Google Cloud di luar uji coba gratis.
Jalur Scale ditujukan bagi startup dengan pendanaan ventura yang memenuhi syarat. Plafonnya US$200.000, atau US$350.000 bagi yang berfokus pada AI. Pendanaan dari angel investor saja tidak memenuhi ketentuan jalur tersebut.
Persetujuan dan jumlah kredit akhir tetap bergantung pada penilaian masing-masing program. Founder perlu memahami perbedaan akses ini sebelum membandingkan nominal di kedua platform.
Ketentuan kredit promosi AWS membatasi pemakaian pada layanan yang memenuhi syarat dan menetapkan tanggal kedaluwarsa sejak kredit diberikan. Pendaftaran atau transfer domain Amazon Route 53 serta pembayaran di muka untuk Savings Plans atau Reserved Instances umumnya tidak tertutup.
Kredit yang belum terpakai tidak bisa ditukar dengan uang. Biaya yang melampaui saldo tetap ditagihkan ke startup. Untuk Google Scale, kredit tahun pertama menanggung seluruh pemakaian memenuhi syarat hingga US$100.000, atau US$250.000 pada jalur AI. Pada tahun kedua, kredit hanya menanggung 20% pemakaian hingga tambahan US$100.000.
Cakupan layanan turut menentukan nilai riil. Kredit Google mencakup layanan Google Cloud yang memenuhi syarat, termasuk model Gemini dan Gemma. Model pihak ketiga yang ditagih langsung tidak tercakup. Manfaat Google Workspace dan Google Maps Platform punya ketentuan sendiri, dan Maps memerlukan pengajuan terpisah.
Simulasi berikut memakai asumsi kurs Rp 16.000 per dolar AS dan biaya beban kerja yang setara di kedua platform. Angka ini bukan daftar harga penyedia maupun hasil pengujian infrastruktur.
Founder sebaiknya membandingkan perkiraan biaya untuk kebutuhan produk yang sama di kedua platform. Pisahkan pos yang tidak ditanggung kredit, catat batas waktu pemakaian, dan hitung ongkos perpindahan jika aplikasi sudah berjalan.
Tim yang sudah membangun di AWS dan punya akses ke Activate Provider bisa mempertimbangkan Portfolio. Tim dengan produk yang cocok di Google Cloud perlu menilai manfaat program menurut tahap pendanaan dan pola pemakaian. Keputusan akhir tetap bergantung pada disiplin menghitung biaya riil, bukan pada besarnya plafon yang dipromosikan.