Populasi Penyu Betina Meningkat, Ilmuwan Sebut Tanda Bumi Makin Panas

Penulis: Puguh Triyono  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:19:31 WIB
Tukik penyu betina dilaporkan meningkat di sejumlah pantai penelusuran akibat suhu pasir sarang melampaui 29 derajat Celsius.

SULAWESI BARAT — Jumlah tukik penyu betina yang menetas dilaporkan terus meningkat di sejumlah pantai penelusuran dunia, dipicu suhu pasir sarang yang melampaui titik imbang 29 derajat Celsius. Fenomena ini dinilai ilmuwan sebagai indikator nyata pemanasan global yang mengancam keseimbangan populasi penyu jangka panjang.

Suhu pasir di lokasi penelusuran penyu memegang peran menentukan bagi nasib tukik yang menetas. Ketika pasir menghangat, sarang menghasilkan proporsi betina yang jauh lebih besar dibandingkan jantan.

Ambang batasnya sekitar 29 derajat Celsius. Di atas titik imbang itu, tukik betina mendominasi; di bawahnya, jantan yang lebih banyak lahir. Pergeseran suhu global membuat ambang tersebut kian sering terlampaui.

Mengapa Suhu Sarang Menentukan Jenis Kelamin

Penyu tidak memiliki kromosom penentu jenis kelamin seperti mamalia. Penentuan kelamin bergantung pada suhu inkubasi telur di dalam pasir, sebuah mekanisme yang disebut temperature-dependent sex determination.

Artinya, perubahan iklim tidak hanya memengaruhi suhu udara dan permukaan laut. Pemanasan pasir pantai langsung mengubah komposisi kelahiran populasi penyu di banyak wilayah.

Dampak ke Keseimbangan Populasi

Dominasi betina dalam jumlah ekstrem bukan kabar baik. Rasio kelamin yang timpang mempersulit perkawinan efektif dan menurunkan keragaman genetik populasi.

Risiko jangka panjangnya adalah penurunan jumlah sarang produktif. Koloni penyu yang kekurangan jantan bisa mengalami kegagalan reproduksi meski jumlah betina bertambah.

Penyu sebagai Indikator Kesehatan Ekosistem

Penyu laut menghabiskan hampir seluruh hidupnya di laut dan kembali ke pantai hanya untuk bertelur. Siklus ini menjadikan mereka penanda perubahan lingkungan pesisir maupun iklim global.

Karena itu, pergeseran rasio kelamin tukik dibaca ilmuwan sebagai sinyal peringatan dini. Fenomena serupa juga dipantau pada beberapa spesies reptil lain yang bergantung pada suhu sarang.

Konteks Pemanasan Global

Peningkatan suhu rata-rata bumi mendorong naiknya temperatur pasir di pantai-pantai penelusuran. Pantai berpasir gelap dan terbuka paling rentan mengalami lonjakan suhu sarang.

Upaya konservasi yang ada, seperti relokasi sarang ke lokasi lebih teduh atau pembuatan naungan buatan, menjadi salah satu cara menjaga rasio kelamin tetap seimbang.

Pemantauan berkelanjutan terhadap suhu sarang dan rasio tukik akan menentukan seberapa cepat dampak pemanasan terasa pada populasi penyu di berbagai belahan dunia.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top