SULAWESI BARAT — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Senin (19/10/2026) pukul 09.06 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat status gunung masih di Level II (Waspada), sehingga wisatawan diminta menjauh dari kawasan kawah. Erupsi ini menjadi yang keempat dalam sepekan terakhir.
Letusan terbaru Gunung Ibu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 44 detik. Kolom abu berwarna kelabu berintensitas sedang bergerak ke arah barat laut, berdasarkan laporan PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Pengamatan kegempaan sepanjang 19 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT mencatat 101 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan durasi 31-69 detik. Terjadi pula 1 kali gempa guguran beramplitudo 3 milimeter serta 3 kali gempa hembusan beramplitudo 4-7 milimeter.
PVMBG menghimbau masyarakat sekitar dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah. Perluasan sektoral berlaku hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.
Bagi pendaki dan pengunjung yang hendak mendekati kawasan Gunung Ibu, informasi terkini sebaiknya dikonfirmasi ke pos pengamatan gunung api setempat atau kanal resmi PVMBG. Kondisi Level II bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti aktivitas vulkanik.
MAGMA Indonesia merekam 5.190 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 2.015 kali letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.756 kali erupsi.
Angka tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia tahun ini. Frekuensi erupsi yang tinggi membuat pemantauan kawasan wisata di sekitarnya perlu dilakukan lebih hati-hati.
Abu vulkanik berintensitas sedang dapat mengganggu jarak pandang dan penerbangan di sekitar Halmahera Barat. Traveler yang punya jadwal ke Maluku Utara sebaiknya memantau informasi bandara dan maskapai sebelum berangkat.
Untuk kunjungan ke destinasi lain di Maluku Utara, seperti Ternate atau Tobelo, rute darat dan laut umumnya tetap berjalan. Namun jalur menuju kawasan kaki gunung sebaiknya dihindari selama status Waspada bertahan.
Jika terpaksa melintas di sekitar kawasan terdampak, gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari abu. Bawa pelindung mata dan hindari kontak lama dengan abu yang menempel di kulit.
Pemantauan harian bisa dilakukan lewat aplikasi MAGMA Indonesia yang memuat laporan letusan, tingkat aktivitas, dan rekomendasi radius aman. Informasi dari kanal resmi ini lebih akurat dibanding kabar yang beredar di media sosial.
Gunung Ibu tetap menjadi salah satu gunung paling aktif di Indonesia dengan 1.756 erupsi sepanjang 2026. Untuk perjalanan wisata ke Maluku Utara, pantau status vulkanik sebelum berangkat dan siapkan rencana cadangan bila kondisi memburuk.