SULAWESI BARAT — Upacara penyerahan surat kepercayaan berlangsung khidmat sesuai protokol kenegaraan. Kesembilan duta besar yang hadir mewakili negara-negara dari kawasan Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Asia Timur.
Mereka adalah Manuel Estuardo Roldan Barillas (Guatemala), Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari (Qatar), Abdirashid Salat Abdille (Kenya), Ratu Isoa Delamisi Tikoca (Fiji), Redouane Houssaini (Maroko), Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria (Portugal), Bernardo Brea Rodriguez (Panama), Hong Kwang Il (Korea Utara), dan Antonio Rodrigues Jose (Mozambik).
Panama Dorong Konektivitas Maritim
Usai prosesi, Duta Besar Panama untuk Indonesia, Bernardo Brea Rodriguez, menyoroti potensi kerja sama maritim dan logistik. Menurutnya, Indonesia dan Panama sama-sama berada di jalur perdagangan internasional yang strategis.
“Kami melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan bersama. Indonesia dan Panama memiliki posisi geografis yang strategis dan dapat saling mendukung dalam memperkuat konektivitas perdagangan global,” ujar Bernardo dalam pernyataan pers, Selasa.
Ia menambahkan, sektor transportasi dan logistik menjadi pintu masuk utama bagi kedua negara untuk meningkatkan volume dagang bilateral.
Portugal Tegaskan Ikatan Lima Abad
Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria, menekankan fondasi historis hubungan kedua negara. Ia menyebut hubungan yang telah terjalin lebih dari lima abad sebagai modal untuk kerja sama yang lebih produktif.
“Hubungan antara Portugal dan Indonesia memiliki sejarah panjang. Kami berkomitmen untuk terus mempererat kemitraan dan mengembangkan kerja sama yang mampu menjawab tantangan dunia modern,” ungkapnya.
Portugal selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia di Uni Eropa, khususnya di sektor energi terbarukan dan produk pertanian.
Diplomasi Baru di Bawah Prabowo
Penerimaan surat kepercayaan ini menjadi agenda diplomatik perdana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan perluasan kerja sama di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, dan kebudayaan melalui para kepala perwakilan negara sahabat yang baru.
Kehadiran duta besar dari Korea Utara juga menjadi perhatian, mengingat hubungan diplomatik kedua negara yang relatif rendah profil selama beberapa tahun terakhir. Hong Kwang Il, dubes baru Korea Utara untuk Indonesia, dijadwalkan memulai tugas resminya dalam waktu dekat.
Melalui momentum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat demi mendukung stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran bersama di tingkat global.