MAMUJU — Penurunan harga BBM nonsubsidi berlaku serentak di seluruh Indonesia, termasuk di SPBU Pertamina yang tersebar di enam kabupaten di Sulawesi Barat. Selain Pertamax, produk Pertamax Turbo juga mengalami penurunan signifikan menjadi Rp 18.700 per liter di wilayah ini.
Kebijakan ini merupakan pembaruan harga berkala yang dilakukan Pertamina setiap awal bulan. Sebelumnya, pada pembaruan awal Juli 2026, Pertamina hanya menurunkan harga tiga produk, sementara Pertamax masih bertahan di harga lama.
Daftar Harga BBM Nonsubsidi di Sulawesi Barat
Mengutip situs resmi Pertamina Patra Niaga, berikut rincian harga BBM nonsubsidi yang berlaku di Sulawesi Barat per 1 Agustus 2026:
- Pertamax: Rp 16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 18.700 per liter
- Dexlite: Rp 20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter
Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, harga yang berlaku identik dengan Sulawesi Barat. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 tidak tercantum dalam daftar untuk wilayah Indonesia Timur bagian utara ini.
Harga BBM Subsidi Tidak Berubah
Di tengah penurunan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil. Pertalite masih dijual dengan harga Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Barat.
Stabilitas harga BBM subsidi ini menjadi kabar baik bagi nelayan dan petani di Mamuju, Majene, Polewali Mandar, dan daerah lainnya yang sangat bergantung pada Biosolar untuk aktivitas ekonomi sehari-hari.
Mengapa Harga BBM di Sulbar Berbeda dengan Jawa?
Perbedaan harga BBM antarwilayah merupakan hal yang lumrah. Faktor utama penyebabnya adalah besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menetapkan tarif PBBKB yang berbeda dengan DKI Jakarta atau provinsi lain, sehingga berdampak langsung pada harga jual di tingkat SPBU. Selain itu, biaya distribusi dari depot Pertamina ke wilayah timur Indonesia juga turut memengaruhi selisih harga.
Penurunan Harga dan Dampaknya bagi Konsumen
Penurunan harga Pertamax dari Rp 16.250 menjadi Rp 16.300 di Sulbar terjadi karena adanya penyesuaian di tingkat nasional. Sebelumnya, Pertamax di Sulawesi Barat mengikuti harga zona yang sama dengan Kalimantan, namun kini masuk dalam satu kelompok harga dengan mayoritas wilayah Indonesia Timur.
Bagi pengendara roda dua dan roda empat di Mamuju yang biasa menggunakan Pertamax, penurunan ini memberikan sedikit ruang napas di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Meski selisihnya tidak besar, perubahan ini dinilai membantu menekan biaya operasional harian.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mengevaluasi harga BBM secara berkala dengan mempertimbangkan kurs dolar AS, harga minyak mentah dunia, dan kondisi pasar energi global.