PASANGKAYU — Enam anggota tim dari Universitas Brawijaya diterjunkan untuk mendampingi pengembangan tambak udang vaname di kawasan transmigrasi UPT Tanjung Cina. Mereka tergabung dalam Tim Transmigrasi Patriot 21 Sulawesi Barat yang diketuai Pratama Diffi Samuel, S.Pi., M.Ling.
Program ini menyasar akselerasi hilirisasi dan modernisasi budidaya tambak. Fokus utamanya membangun demplot atau demonstration plot sebagai model percontohan penerapan sistem budidaya yang lebih terukur, produktif, dan efisien.
Menguji Teknologi Budidaya Sesuai Karakter Lahan Setempat
Pratama Diffi Samuel menjelaskan bahwa demplot dibangun untuk menguji penerapan teknologi dan sistem pengelolaan tambak yang cocok dengan kondisi UPT Tanjung Cina. Pengujian mempertimbangkan sejumlah variabel, mulai dari kualitas air hingga karakteristik lahan.
"Melalui demplot ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana sistem budidaya udang vaname dapat diterapkan secara optimal dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, kualitas air, karakteristik lahan, serta faktor pendukung lainnya," ujarnya.
Selain pembangunan demplot, tim menjalankan sejumlah kegiatan pendukung. Mereka mengidentifikasi kondisi lahan, mengamati kualitas air, memetakan kebutuhan infrastruktur tambak, dan menganalisis faktor yang bisa memengaruhi keberhasilan budidaya.
Dari Produksi ke Produk Bernilai Tambah
Pengembangan tambak tidak berhenti pada tahap produksi. Tim mendorong hilirisasi hasil budidaya agar udang vaname bisa diolah menjadi produk bernilai tambah melalui penguatan kelembagaan usaha masyarakat dan pembukaan peluang pasar.
Pendekatan itu menyasar penggerak ekonomi warga di kawasan transmigrasi. Dengan sistem budidaya modern dan ramah lingkungan, UPT Tanjung Cina berpeluang berkembang menjadi sentra perikanan yang produktif dan berdaya saing.
Siapa Saja Anggota Tim TEP 21 Sulawesi Barat
Selain Pratama Diffi Samuel, tim beranggotakan Muhammad Zamil Akbar Firdaus, S.Pi., Muhammad Diha Alfiansyah, S.Pi., Rendra Athawijaya, S.Pi., Retno Dwi Anggraini, S.Pi., dan Winda Putri Ningsi, S.M. Mereka menjalankan penugasan dalam Program Transmigrasi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Melalui program tersebut, tim berkomitmen mendukung percepatan pengembangan kawasan transmigrasi berbasis potensi lokal. Sektor perikanan budidaya udang vaname dipilih karena mengedepankan aspek ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan.