MAJENE — Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, melepas puluhan perahu tersebut mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, didampingi Danlanal Mamuju Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara. Pelepasan 80 perahu Sandeq secara bersamaan tercatat sebagai yang pertama dalam sejarah ajang ini. Sebelumnya, jumlah peserta yang berlaga serentak tidak pernah mencapai angka tersebut.
Angin Kencang dan Gelombang Hantam Peserta Sejak Garis Start
Hembusan angin keras dan gelombang laut langsung menghadang para passandeq begitu aba-aba pelepasan diberikan. Perahu Surya Persada dihantam angin kencang sesaat setelah start. Perahu Mandala mengalami kerusakan pada bagian struktur hingga patah.
Meski struktur perahunya rusak, awak Mandala tetap berupaya melanjutkan perlombaan. Kondisi laut yang menantang menjadi ujian tersendiri bagi para passandeq di etape kedua ini.
Jarak Tempuh Tiga Kali Lipat Dibanding Etape Sebelumnya
Syamsul Samad menyebut rute Pamboang memiliki tingkat kesulitan lebih berat karena jaraknya meningkat signifikan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi peserta kali ini jauh lebih besar dibandingkan etape Sendana–Pamboang.
"Tantangan hari ini cukup berat karena rutenya lebih panjang tiga kali lipat dibandingkan rute sebelumnya. Kita harap perjalanan berjalan lancar dan para passandeq bisa sampai dengan selamat," ujarnya.
Jarak yang lebih panjang membuat para passandeq harus menjaga stamina dan keseimbangan lebih lama di atas perahu kayu ramping. Ketangkasan mereka menjadi penentu dalam mengendalikan perahu di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat.
Warga Padati Pantai Pamboang Saksikan Momen Langka
Deretan perahu tradisional berjejer di perairan Pantai Pamboang dengan layar segitiga khas yang dihiasi beragam corak dan warna. Begitu aba-aba diberikan, angin langsung mengembangkan layar-layar putih tersebut. Puluhan perahu melaju membelah ombak meninggalkan jejak buih di permukaan laut.
Warga dan pengunjung memadati tepian pantai untuk menyaksikan langsung keberangkatan para peserta. Sejumlah penonton mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam. Sorak-sorai warga mengiringi layar-layar Sandeq yang perlahan menjauh dari bibir pantai menuju laut lepas.
Keselamatan Passandeq Jadi Perhatian Utama
Kondisi laut yang menantang membuat keselamatan para passandeq menjadi perhatian utama dalam perjalanan panjang etape kedua. Panitia dan tim pengawas terus memantau pergerakan perahu di laut lepas. Awak perahu yang mengalami kendala teknis tetap mendapat pendampingan agar bisa melanjutkan perlombaan dengan aman.