Gubernur Sulbar Suhardi Duka Sebut Maulid Salabose Titik Nol Tradisi Mandar, Agama dan Budaya Saling Menguatkan

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:16:32 WIB
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyebut Maulid Salabose sebagai titik nol tradisi maulid di tanah Mandar.

MAJENE — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menyebut Salabose sebagai titik nol tradisi maulid di tanah Mandar. Menurut dia, tidak ada gerakan peringatan Maulid Nabi sebelum Salabose melaksanakannya lebih dulu.

“Tidak ada instruksi Gubernur yang melarang maulid sebelum Salabose maulid. Tapi seluruh masyarakat Mandar menghargai. Tunggu dulu, jangan dulu maulid. Harus maulid dulu di Salabose, baru masjid yang lain,” ujar Suhardi di hadapan jamaah.

Etika yang Menjadi Ilmu Tinggi Masyarakat Mandar

Suhardi mencontohkan, Masjid Lambanan di Polewali Mandar baru menggelar maulid pada tanggal 26, sehari setelah Salabose. Ia menilai kebiasaan ini bukan sekadar urutan acara, melainkan bentuk etika yang diwariskan leluhur.

“Salabose dulu, baru Lambanan. Ini adalah etika. Ini adalah ilmu yang sangat tinggi bagi kita masyarakat Mandar,” tuturnya.

Gubernur juga membagikan pengalaman pribadinya saat masih mahasiswa. Ia sempat diminta orang tuanya menunda keberangkatan ke Makassar dengan sepeda motor hingga maulid di masjid selesai. Suhardi mengaku selamat sampai tujuan, sementara temannya yang berangkat lebih dulu mengalami kecelakaan.

Agama dan Budaya Tidak Perlu Dipertentangkan

Dalam kesempatan itu, Suhardi menegaskan agama dan budaya berjalan beriringan. Menurut dia, budaya lahir dari kebiasaan leluhur dan justru memperkuat akar keagamaan di masyarakat.

“Agama dengan budaya itu saling melengkapi dan saling menguatkan. Agama akan lebih kuat dan mengakar apabila ditopang oleh budaya,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi rangkaian tradisi yang ditampilkan dalam Maulid Salabose. Kegiatan ini dinilai tidak hanya bernilai keagamaan, tetapi juga menjadi kekayaan budaya Sulawesi Barat yang wajib dijaga.

Doa untuk Almarhum Wagub Jenderal Salim S. Mengga

Suhardi mengajak seluruh jamaah mengirimkan Al-Fatihah untuk almarhum Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Jenderal Salim S. Mengga, yang wafat belum lama ini. Ia mengenang kebersamaannya dengan almarhum pada acara serupa sebelumnya.

“Saya kemarin bersama-sama dengan almarhum Pak Wakil Gubernur Jenderal Salim S. Mengga. Oleh itu, saya ajak kita semua sebagai penghormatan kepada almarhum. Mari kita kirimkan Al-Fatihah untuk beliau,” ucapnya.

Suhardi berharap dapat kembali menghadiri Maulid Salabose tahun depan bersama Wakil Gubernur yang baru. “Insyaallah tahun depan saya akan datang dengan Wakil Gubernur juga, kalau masih panjang umur,” katanya.

Dukungan Anggaran untuk Maulid Salabose

Gubernur juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan Maulid Salabose mendapat alokasi anggaran pada tahun mendatang. Pernyataan ini disampaikan langsung di hadapan Kepala Dinas terkait yang hadir dalam acara tersebut.

“Ini tanda, Pak Kadis, bahwa untuk tahun depan Allah kasihkan anggaran untuk maulid di sini,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Ketua DPRD Majene, jajaran pimpinan OPD Pemprov Sulbar, serta unsur Forkopimda.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: terassulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top