MAMUJU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulawesi Barat menurunkan petugas medis untuk melayani warga yang datang ke area bazar pangan murah. Pemeriksaan berlangsung sejak pagi hingga siang hari, menyesuaikan jumlah pengunjung yang terus berdatangan.
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Sulawesi Barat, Putri Anindy, menyebut layanan ini menyasar dua kelompok sekaligus: warga umum dan pegawai yang tengah berbelanja.
"Hari ini kita menggelar cek kesehatan gratis berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Layanan ini kami berikan untuk masyarakat maupun pegawai yang berbelanja, sekaligus mengejar target tahunan program cek kesehatan gratis nasional dari Kementerian Kesehatan dan Presiden," ujar Putri Anindy.
Fasilitas yang disediakan mencakup pengecekan gula darah, kolesterol, tekanan darah, pengukuran berat badan, sampai konsultasi kesehatan. Seluruh layanan diberikan tanpa biaya kepada pengunjung yang datang.
Pemeriksaan dasar tersebut dipilih karena mampu mendeteksi risiko penyakit tidak menular yang sering luput dari perhatian warga. Petugas mencatat hasil tiap pemeriksaan untuk menentukan apakah peserta perlu penanganan lanjutan.
DKPPKB Sulawesi Barat menetapkan target awal 100 orang penerima layanan. Jika jumlah warga melebihi kuota, petugas tetap berupaya memberi pelayanan maksimal hingga siang hari.
"Target awal kami melayani 100 orang. Namun apabila warga yang datang melebihi kuota, kami tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal hingga siang hari," terangnya.
Antusiasme pengunjung GPM membuat petugas medis bekerja lebih lama dari jadwal yang direncanakan. Sejumlah warga memanfaatkan momen belanja bahan pokok untuk sekaligus memeriksa kondisi kesehatannya.
Hasil pemeriksaan tidak berhenti di lokasi. Bila ditemukan indikasi penyakit dasar atau keluhan medis yang butuh penanganan lebih lanjut, petugas langsung mengarahkan pasien ke poliklinik terdekat.
Mekanisme rujukan itu memastikan warga dengan temuan awal tetap mendapat tindak lanjut, bukan sekadar mengetahui hasil tensi atau gula darahnya. DKPPKB Sulawesi Barat menyiapkan jalur koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat untuk keperluan tersebut.
Kegiatan ini menempel pada peringatan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat. Pemerintah provinsi memilih menggabungkan layanan kesehatan dengan pasar pangan murah agar warga mendapat dua manfaat dalam satu kunjungan.