Sulbar – Target tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Riset dan Inovasi Baperida Sulawesi Barat, Angga Tirta Wijaya, dalam Dialog Suara Nusantara yang disiarkan RRI Mamuju, Senin, 2 Februari 2026. Ia menyebut pengembangan Sandeq Silumba sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mengangkat budaya maritim Sulbar ke level global.
Menurut Angga, perubahan konsep festival yang dilakukan sejak 2025 menjadi langkah awal untuk memperluas daya tarik Sandeq Silumba. Penyelenggaraan kini dirancang lebih tertata tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang melekat pada perahu Sandeq.
Ia menegaskan, Sandeq Silumba tidak hanya diposisikan sebagai agenda pariwisata, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya maritim masyarakat Sulawesi Barat. Melalui festival tahunan, tradisi perahu Sandeq diharapkan terus hidup dan diwariskan lintas generasi.
Festival Sandeq Silumba 2025 dilaksanakan dalam empat etape dan tetap diawali dengan ritual adat sebelum pelepasan peserta. Unsur kearifan lokal tersebut dipertahankan sebagai identitas utama di tengah modernisasi penyelenggaraan.
Angga menambahkan, pengembangan festival ini juga diharapkan melibatkan partisipasi luas masyarakat dan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas wilayah dinilai penting mengingat sebagian besar kabupaten di Sulawesi Barat memiliki kawasan pesisir.
Dengan pendekatan tersebut, Sandeq Silumba diharapkan tidak hanya memberi dampak ekonomi melalui sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat jati diri Sulawesi Barat sebagai daerah dengan budaya maritim yang kuat dan berpotensi dikenal di tingkat internasional.